Makassar, Estetika – Jurusan Bahasa Inggris (JBI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Capacity Building di Gedung DH, Rabu hingga Kamis (13-15/8).
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh JBI selama tiga hari, yang bertujuan untuk membekali Mahasiswa Baru (Maba) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Sastra Inggris, dan Bussiness English Communication (BEC) dengan materi dan keterampilan dasar sebelum memasuki masa perkuliahan.
Adapun materi yang dibawakan antara lain mengenai kehidupan kampus, cara mengakses Sistem Informasi Akademik (SIA), Content Management System (CSM), dan Learning Management System (LSM), karya tulis ilmiah, penggunaan Artificial Intelligence (AI), serta pengenalan dosen Penasehat Akademik (PA).
Ketua jurusan (Kajur) Bahasa Inggris, La Sunra, menjelaskan bahwa kegiatan capacity building ini menggunakan tiga prinsip dasar untuk pendekatan, yaitu mindfullness, joinfullness, dan meaningfullness.
“Saya ingin pendekatan kita dalam melakukan capacity building ini mengacu kepada pembelajaran mendalam dengan tiga prinsip dasar,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa materi yang diberikan mengenai strategi belajar di Perguruan Tinggi (PT) dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan kesadaran kepada Maba terhadap pemanfaatan AI dalam dunia akademik.
“Kami ingin sejak dini membangkitkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan AI dalam dunia akademik,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang Maba, Andi Rifal, mengaku terkesan dengan dosen yang mampu membawakan materi dengan jelas, dan memberi masukan agar penyampaiannya lebih formal secara sesuai dengan jurusannya.
“Menurut saya, perlu ada sedikit formalitas dalam penyampaian materi karena kita berasal dari JBI,” ujarnya.
Di sisi lain, Ade Ymel, mengatakan bahwa menurutnya setiap dosen memiliki cara penyampaian yang berbeda-beda sehingga mahasiswa harus menyesuaikan diri.
“kegiatannya seru karena dosen menyampaikan materi diselingi humor, dan setiap dosen punya cara penyampaian yang berbeda jadi kami harus bisa menyesuaikan diri,” kata Maba Prodi PBI itu.
Reporter: Cika Merlinshan
