Makassar, Estetika – Senin, 15 September 2017, Civitas Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM) dihebohkan dengan kiriman di media sosial terkait isu “pelanggaran” Surat Edaran Rektor salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNM. Kiriman tersebut memaparkan bahwa mereka akan mengadakan perekrutan anggota dengan melibatkan mahasiswa baru semester 1. Padahal, beberapa waktu yang lalu Rektor UNM, Husain Syam, menegaskan tentang surat edaran berisikan larangan berkegiatan bagi mahasiswa baru semester 1 dan 2, dan ini berlaku bagi seluruh Lembaga Kemahasiswaan, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun jurusan/Program Studi.
Mengenai isu palanggaran surat edaran ini, tentu menuai protes dari LK UNM lainnya. Termasuk LK di FBS. Fatmiati Nur, Presiden BEM FBS menganggap bahwa bila isu pelanggaran terjadi dan pihak UKM tetap kekeuh melakukan perekrutan semester 1, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk tindakan membeda-bedakan antara UKM dan LK setingkat fakultas/prodi.
“Kami LK di FBS tentunya tidak melakukan protes besar-besaran. Hanya ini sebagai bentuk pernyataan teman-teman bahwa UKM lebih diutamakan. Sedangkan HMPS dan organisasi fakultas tidak diutamakan,” ujarnya.
Perbincangan mulai memanas di lingkup kampus FBS, dan untuk menghindari situasi yang lebih buruk, kami mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut kepada pihak lembaga UKM terkait. Hasil yang di dapatkan Tim Redaksi Estetika, Senin, 18 September 2017 justru pihak tersebut meminta agar menanyakan langsung ke Rektor UNM agar lebih jelas.
Baca juga: Polemik Surat Edaran, Rektor Larang Maba Ikut Kegiatan LK
Sehari setelahnya, Selasa, 19 September 2017, reporter Estetika mencoba mengklarifikasi langsung dengan menemui Rektor UNM. Sekitar pukul 11.00 Wita, reporter Estetika menuju ke Menara Phinisi lantai 7 untuk menemui Rektor secara langsung. Dua kali menghadap ajudan Rektor, reporter Estetika tidak bisa menemui Rektor di ruangannya. Ajudan Rektor berasalan, jadwal Rektor terlalu padat sehingga tidak mungkin ditemui di ruangan tersebut. Namun ia memberi saran untuk menunggu di area parkir mobil Rektor. Menunggu di area parkir dari pukul 15.00 Wita, Rektor UNM akhirnya muncul menjelang petang sekitar pukul 17.30 Wita. Awalnya Husain Syam menolak memberikan waktunya untuk diwawancarai. Namun, setelah reporter Estetika menjelaskan lebih lanjut permasalahan yang terjadi, ia justru terkejut mendengarnya.
“Loh, tidak! Salah itu. Jadi gini, kegiatan tersebut (baca: Diklat) saya dukung, tapi tidak melibatkan mahasiswa semester 1 dan 2. Salah itu. Jangan menambah-nambahkan. Sampaikan kepada mereka, itu salah,” ungkapnya.
Ia juga cukup marah atas hal yang dilakukan lembaga yang bersangkutan, bahkan beliau meminta untuk menyampaikan tegurannya tersebut.
“Rekam kata-kata saya. Jangan lakukan (baca: perekrutan). Tidak akan pernah saya biarkan dan tidak ada izin untuk lembaga itu (baca: UKM bersangkutan). Surat edaran ini berlaku untuk semua lembaga kemahasiswaan dan tidak ada pengecualian. Tidak boleh membolak-balikkan fakta. Beritahu dia, jangan melakukan kegiatan yang melibatkan mahasiswa semester 1 dan 2,” kata pimpinan tertinggi UNM tersebut.
Rektor asal Kabupaten Polewali Mandar ini juga kembali menegaskan, Lembaga Kemahasiswaan apapun yang melanggar Surat Edaran, akan ditindak langsung oleh beliau.
“Untuk semua lembaga kemahasiswaan, jangan coba-coba untuk melibatkan mahasiswa semester 1 dan 2 dalam kegiatan. Apabila dalam kegiatan tersebut ada 1 saja mahasiswa baru yang terlibat, saya akan membubakarkan kegiatan lembaga tersebut. Hal ini demi menghindarkan mahasiswa baru dari beban lembaga dan menyelamatkan dari DO dini,” tegasnya.
Reporter: TIM Estetika
