Makassar, Estetika – Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (PPJMTD) 2020 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Estetika Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) memasuki hari kelima dengan pelaksanaan Skenario via WhatsApp, Kamis (6/8).
Kegiatan ini merupakan praktik lapangan sebagai bentuk pengaplikasian materi Teknik dan Etika Wawancara serta Penulisan Berita dengan konsep drama narasumber (narsum) melalui pemberian satu isu berbeda kepada setiap kelompok.
Kordinator Acara, A. Padauleng, menjelaskan bahwa pelaksanaan skenario melibatkan pengurus LPM Estetika FBS UNM yang berperan sebagai narsum dengan karakter yang berbeda-beda.
“Peserta bisa merasakan turun langsung ke lapangan. Untuk itu, panitia menyiapkan pengurus LPM Estetika untuk berperan sebagai narsum sesuai dengan kepentingan isu yang telah diberikan. Tentu, peserta seolah-olah mewawancarai narsum sesungguhnya, seperti si A berperan sebagai dekan yang sibuk, tentu ia harus membuat peserta menunggu,” jelasnya
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan problem solving peserta ketika kelak menjadi reporter.
“Kegiatan ini diharapkan agar peserta belajar menghadapi berbagai narasumber dengan karakter yang berbeda-beda, misal narsum yang fast atau slow respon, ada yang sok sibuk, tidak available, atau galak, dan lain-lainya. Sehingga peserta akan mulai terbiasa memecahkan masalah di lapangan,” ungkapnya.
Di sisi lain, salah seorang peserta, Nabila Ananda Khairiyah, mengaku merasa kaget saat memulai wawancara dan sulit dalam menyusun berita karena dikejar deadline.
“Kalo kesannya, asli dumba-dumba sekali karena untuk pertama kalinya wawancarai orang yang tidak kita ketahui apalagi langsung dihadapkan dosen. Kakak yang berperan juga sangat mendalami perannya sehingga terasa asli. Terakhir, susun berita itu ternyata rempong sekali,” tuturnya.
Reporter: Hudzaifa Afifah Hamka