Parangtambung, Estetika – Hari kedua Sekolah Legislatif Mahasiswa (Stigma) Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) memberikan tiga materi di Ruang Senat dan Ruang Seminar, Selasa (3/8).
Kegiatan yang terdiri dari pemberian tiga materi yakni “Kelegislatifan” oleh Muh. Ikhsan, “Student Government” oleh Nurcholish, dan “Penyalahgunaan Peraturan” oleh Muh. Syahid S ini diikuti oleh 20 peserta.
Pemateri kelegislatifan, Muh. Ikhsan, menjelaskan bahwa mahasiswa perlu mengetahui apa itu legislatif sebelum berorganisasi di lembaga legislatif mahasiswa.
“Wajib atau tidaknya, ini tergantung kebutuhan lembaga dan output yang ingin dicapai. Sebelum bergelut di lembaga legislatif mahasiswa, terlebih dahulu mahasiswa harus mengetahui apa peran dan fungsi legislatif,” jelasnya.
Sementara itu, pemateri student government, Nurcholish, menuturkan bahwa hak dan tanggung jawab adalah nilai-nilai yang harus diperhatikan oleh mahasiswa.
“Mahasiswa harus mengedepankan nilai-nilai terjawab karena sesungguhnya kemahasiswaan itu 99%-nya adalah tentang tanggung jawab dan 1% adalah hak,” tuturnya.
Di sisi lain, salah seorang peserta, Safira Meilyanti, mengungkapkan bahwa materi kelegislatifan merupakan materi yang menarik dari ketiga materi yang telah dipaparkan.
“Pemateri yang membawakan materi tentang kelegislatifan sangat menarik bagi saya karena dapat membandingkan dengan kelegislatifan yang ada di universitas,” ungkapnya.
Reporter: Nurul Miftahurrahmah Ria dan Jamilah
