Makassar, Estetika– Peserta kegiatan Pekan Orientasi Akademik dan Kemahasiswaan (Praksis) 2018 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) pada hari kedua outdoor terima materi “Manajemen dan Simulasi Aksi”, di Tanjung Bayang, Makassar, Sabtu (20/10).
Sebanyak 311 Peserta Praksis yang merupakan Mahasiswa Baru (Maba) dari sembilan prodi FBS UNM telah berada di tempat sejak pukul 10.00 Wita dan bersiap untuk memasuki materi “Manajemen dan Simulasi Aksi” yang dijelaskan oleh Ahmad Sulhijrah dan Lipi Waliono.
Terkait pemaparan materi ini, Ahmad Fatir Imran, selaku Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM menjelaskan tujuan pengadaan materi manajemen dan simulasi aksi sebagai dasar pengetahuan.
“Tujuan diadakannya materi manajemen aksi beserta simulasinya agar peserta dapat mengetahui dan menjadi dasar untuk pengaplikasian pergerakan membela kebenaran dan kebaikan yang ada di FBS,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap bahwa setelah diadakannya simulasi aksi tidak ada anggapan jika simulasi aksi sebagai pembodohan lagi oleh Maba.
“Walaupun ada Maba yang berpikiran bahwa simulasi itu sebuah pembodohan, namun melalui materi ini mereka tahu bahwa dalam masalah, aksi adalah tahap akhir yang kami pilih setelah melakukan lobi,” tutupnya.
Mengenai persoalan anggapan pembodohan dalam simulasi ini, peserta yang akrab disapa Izza, Maba Pendidikan Bahasa Inggris, justru mengungkapkan bahwa simulasi aksi ini memberi pelajaran.
“Meski dianggap sebagai pembodohan karena rusuh. Saya rasa secara keseluruhan materi manajemen dan simulasi aksi ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.
Reporter: Marlia Inayah & Resky Aulia
