Parangtambung, Estetika – Pusat Studi dan Dakwah Mahasiswa Muslim (Pusdamm) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Kajian Koridor di Koridor Gedung DG FBS UNM, Selasa (25/2).
Terinspirasi oleh tempat pelaksanaannya, kegiatan yang diberi nama Kajian Koridor ini baru pertama kali diadakan oleh Pusdamm FBS dengan mengusung tema “Berislam dengan akal?”. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Faisal sebagai pemateri diskusi.
Pemateri kajian, Muhammad Faisal Fathori, mengatakan bahwa akal memiliki fungsi penting dalam Islam.
“Akal merupakan istrumen tertinggi dalam Islam, apabila tidak ditempatkan pada tempatnya, maka akan melenceng pada fungsi yang semestinya,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dalil dalam islam merupakan hal yang perlu diyakini dengan sepenuh hati.
“Tidak semua dalil langsung dijustifikasi melalui akal karena terdapat ayat muhkamat dan mutasyabihat. Kalau ada dalil yang diluar akal, maka kita cukup yakini saja karena jika kita rasionalkan semua ayat atau dalil maka tidak akan elok,” katanya.
Pengurus Daerah (PD) Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi) Cabang Makassar ini juga mengatakan bahwa berdiskusi bersama ahli dapat memberikan pemahaman dalam memperoleh pengetahuan.
“Jika kita tidak mengetahui mengenai sesuatu, maka tanyakan kepada orang yang memiliki otoritas atau yang memiliki pemahaman tentang itu,” tambahnya.
Reporter: Naufal Fajrin JN
