Makassar, Estetika – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) tergabung dalam Aliansi Selamatkan Pesisir (Aksi) melakukan aksi kampanye di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (31/8).
Aksi yang diikuti beberapa organisasi tersebut membawa grand issue “Bebaskan Pak Manre, Cabut Izin Tambang Pasir Laut dan Hentikan Reklamasi MNP.”
Dalam aksi tersebut, terdapat beberapa varian aksi yang dilakukan, di antaranya pembacaan puisi, orasi, dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Adapun beberapa poin yang dikampanyekan oleh massa aksi, sebagai berikut:
- Penolakan terhadap tambang pasir yang ada di Kepulauan Kodingareng
- Penolakan terhadap Reklamasi Makassar Newport
- Tuntutan terhadap kriminalisasi nelayan.
Koordinator lapangan, Zulkifli, mengatakan bahwa melalui aksi ini diharapkan masyarakat khususnya nelayan mengetahui hal apa yang saat ini sedang mengancam perekonomian mereka.
“Bagaimana dari setiap aksi yang dilakukan baik aksi kampanye maupun aksi tuntutan banyak yang bisa menyadari bahwa kondisi saat ini ada proses penambangan yang kemudian mempengaruhi perokonomian nelayan dan mempengaruhi tangkapan nelayan. Itu yang kita harapkan bisa diketahui masyarakat umum, bagaimana supaya kedepannya hal-hal seperti kriminalisasi terhadap nelayan ini tidak terjadi lagi kemudian nelayan yang dikriminalisasi bisa dibebaskan secepatnya dan reklamasi tambang-tambang yang beroperasi bisa secepatnya dicabut izinnya,” tuturnya.
Senada dengan itu, salah seorang peserta aksi, Ahmad Faizal, ia berharap melalui aksi ini pemerintah dapat mendengar permasalahan yang saat ini sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
“Semoga dengan adanya aksi ini tuntutan kawan-kawan bisa didengar oleh pak gubernur dan semoga reklamasi yang ada di Kepulauan Kodingareng bisa secepatnya di hentikan dan beberapa nelayan yang ditangkap semoga bisa secepatnya di bebaskan,” ungkapnya.
Reporter: AM 4 & 6 ESTETIKA
