Kabar Kampus

DISKUSI ADVOKASI HMPS SASINDO SINGGUNG KETIDAKSESUAIAN SISTEM PERKULIAHAN FBS DENGAN SOP AKADEMIK

Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (SASINDO) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan diskusi advokasi di Panggung Pamatte Bengkel Sastra (Bestra), Selasa (26/11).

Kegiatan yang mengusung “Ketika Kuasa Menjadi Senjata: Menakar Penyalahgunaan Wewenang di Dunia Pendidikan” sebagai tema tersebut menyoroti beberapa wewenang yang kerap kali tidak sesuai dengan peraturan akademik di UNM.

Suasana berlangsungnya Diskusi Advokasi di Panggung Pamatte Bengkel Sastra DEMA FBS UNM, Selasa (26/11). Foto: Nirmala/Estetikapers.

Pemateri, Muh. Farid Massarasa, menuturkan bahwa FBS sendiri juga tidak melaksanakan perkuliahan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) Akademik Pasal 25 ayat 5 yang berbunyi perkuliahan selain praktek/praktikum dilakukan dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) minimal 30 persen.

“Hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang terjadi sekarang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Advokasi HMPS SASINDO, Muhammad Aldo Anasfathir, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai fokus pembahasan karena masih maraknya isu di lingkungan FBS, mulai dari pelanggaran aturan hingga komersialisasi di dunia pendidikan.

“Contohnya yaitu penyalahgunaan konstitusi, kekerasan seksual, hingga komersialisasi pendidikan,” jelasnya.

Reporter: Nirmala

Related posts

ADAKAN RUMAH HAN IV, KOORDINATOR KEGIATAN HARAP PESERTA AKTIF ORGANISASI

Editor Estetika
April 3, 2021

ALIANSI MAHASISWA MAKASSAR SERUKAN KETIMPANGAN HUKUM DALAM AKSI INDONESIA GELAP

Editor - Reski Fajria Rasding
February 26, 2025

MEMBANGUN DAN MENJAGA NAPAS KOMUNITAS LITERASI MAKASSAR

LPM Estetika FBS UNM
September 17, 2017
Exit mobile version