Kabar Kampus

DENTING III BESTRA, ADAT TEATER TAMPILKAN MODUS SPIONASE

Gunungsari, Estetika – Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas bahasa dan sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan pertunjukan Denting III yang diselenggarakan di Gedung Amanagappa, Gunungsari, Makassar, Selasa (30/4).

Pementasan Teater di Denting III di Auditorium Amanagappa Universitas Negeri Makassar, selasa (30/4). Foto: Am 3 /Estetikapers.

Kegiatan yang mengusung tema “Kita” ini menampilkan Modus Spionase yang disutradarai oleh Prusdianto Jalil dan menceritakan tentang eksploitasi yang dialami para tahanan oleh sipir tahanan yang bertindak sesuai dengan emosi dan keinginan mereka termasuk wakil kepala penjara yang baru-baru saja diangkat.

Baharuddin selaku Ketua Panitia Denting III, menjelaskan makna tema kali ini mengarah kepada kita yang cenderung menyalahkan orang lain daripada introspeksi diri.

“Kita mengangkat tema “kita” yang bermakna tentang kita yang selalu mengambil sesuatu secara instan seperti dengan berita hoaks berujung saling menyalahkan satu sama lain,” terangnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan dari tema tersebut, yang perlu dilakukan adalah introspeksi diri.

“Introspeksi dirilah yang harus dilakukan,” tambahnya.

Di sisi lain, Prusdianto Jalil selaku Sutradara, menjelaskan bahwa pengangkatan cerita ini karena dia melihat kondisi penonton yang membutuhkan pertunjukan yang fresh dan mudah ditangkap.

“Yang utama adalah pilihan bentuk, naskah Modus Spionase sendiri saya anggap pas dengan kondisi penonton sekarang yang membutuhkan pertunjukan yang fresh, isian cerita yang mudah ditangkap selain itu adalah kecenderungan bentuk dari saya sendiri,” jelasnya.

Mengenai teater Modus Spionase, Muhammad Ikhwan, salah seorang penonton, mengungkapkan bahwa ia merasa puas dengan pertunjukan kali ini.

“Ini dibawakan oleh aktor-aktor yang sudah bisa dikatakan berkelas sehingga sangat sulit menemukan kesalahannya. Sangat sulit untuk menerka-nerka kejadian yang terjadi dalam teater ini,” ungkapnya.

Reporter: AM 3 Estetika

Related posts

GELAR DISKUSI LINGUISTIK, HIMAPRODI PBSI ANGKAT TEMA “BAHASA DAN SASTRA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0”

LPM Estetika FBS UNM
September 27, 2018

HMJ BIOLOGI FMIPA BALUT BODY 2023 DENGAN KONSEP GLOBAL WARMING

Editor - Nadifah Amaliyah
October 19, 2023

SEBANYAK 1925 MAHASISWA UNM TERIMA BANTUAN UKT PIP UNM

Editor Estetika
December 3, 2021
Exit mobile version