Kabar Kampus

DEMA JBSI FBS UNM ADAKAN WEBINAR BASINDO BAHAS REVITALISASI BAHASA, BUDAYA, & SASTRA DI ERA NORMAL BARU

Makassar, Estetika – Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Webinar Bahasa dan Sastra Indonesia (Basindo) via Zoom App & Live YouTube, Sabtu (29/8).

Dengan mengusung tema “Pendidikan dalam Revitalisasi Bahasa, Budaya, dan Sastra di Era Normal Baru,” webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara yang ahli di bidangnya, di antaranya Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Maman S. Mahayana, Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Hafid Abbas, dan Guru Besar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia, Dadang Sunendar.

Selain mahasiswa, webinar ini juga turut diikuti oleh sejumlah dosen dan guru sekolah menengah khususnya guru Bahasa Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia.

Berlangsungnya webinar Basindo via Zoom, Sabtu (29/8). Foto: Tangkapan Layar AM 3/Estetikapers.

Pembicara webinar, Hafid Abbas, mengatakan bahwa pendidikan merupakan sesuatu hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat posisinya yang cukup penting.

“Dalam kampus merdeka ini yang terpenting bagaimana kita mampu memberi kebebasan guna dalam berinovasi, dan bagaimana menciptakan kebijakan kepada kaum yg lemah, untuk tetap mendapatkan pendidikan karena Negara Indonesia seharusnya tidak main-main dengan masalah pendidikan, karena pendidikan merupakan titik pertama saingan dalam kenegraan. pendidikan ini sangat rawan sehingga pendidikan menjadi sangat begitu penting,” jelasnya.

Senada dengan hal itu, pembicara webinar yang juga merupakan mantan Ketua Badan Bahasa, Dadang Sunendar, menjelaskan bahwa inovasi model pembelajaran sangat dibutuhkan demi menunjang pendidikan di tengah pandemi.

“Di tengah pandemi ini, tidak perlu ada perubahan kurikulum tapi harus ada relaksasi, model pembelajarannya yang dirubah,” jelasnya.

Di sisi lain, salah seorang pembicara webinar lainnya, Maman S. Mahayana, saat menyampaikan materi “Menerka Sastra dan Konflik Ideologi sebagai Upaya merefleksi Kehidupan Kita” mengatakan bahwa sastra merupakan entitas yang mengandung nilai dan kebudayaan tertentu.

“Jika kita membaca karya sastra berarti kita sedang belajar nilai kemanusiaan. Sastra jangan dilepaskan dari persoalan kebudayaan yang melahirkan dan membesarkannya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa mengetahui sebuah karya sastra daerah merupakan hal yang sangat penting mengingat itu adalah budaya kita.

“Salah satu yang perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia adalah maha karya yang pernah dihasilkan bangsa Indonesia seperti Sejarah Melayu, Hikayat Hantua dan bagi masyarakat Bugis Makassar itu harus mengetahui Lagaligo,” tuturnya.

Reporter: AM 3 & 7 ESTETIKA

Related posts

GEBRAKAN BARU FBS: HADIRKAN RUANG STUDIO

Editor - Nadifah Amaliyah
December 18, 2023

ADAKAN KAJIAN ILMIAH, HMJ BA BAHAS SEKOLAH DAN PENDIDIKAN

LPM Estetika FBS UNM
February 10, 2020

TERAPKAN SISTEM KULIAH DARING, MAHASISWA PILIH PULANG KAMPUNG

Editor Estetika
March 26, 2020
Exit mobile version