Parangtambung, EstetikaBadan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Dialog Terbuka di depan Gedung DH FBS UNM, Jumat(30/11).

Suasana dialog terbuka di depan Gedung DH FBS UNM, Jumat (30/11). Foto: Zulrif’ah Mahmuda/Estetikapers.

Dialog terbuka yang mengangkat topik terkait Matinya Demokrasi di UNM ini menghadirkan Muammar, Fakultas Ekonomi (FE) dan Muhammad Reski, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sebagai pemateri. Dalam dialog tersebut ada 2 hal yang akan dibahas yaitu, mengenai pemberian sanksi kepada dosen yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa FIK UNM dan pencabutan Surat Keputusan (SK) skorsing 6 mahasiswa FE UNM.

Muamar, selaku pemateri menuturkan bahwa disamping memenuhi tuntutan mengenai fasilitas, pihak pimpinan juga mempercepat keluarkan SK skorsing.

“Disamping memenuhi tuntutan mahasiswa mengenai fasilitas, pihak pimpinan malah buru-buru mengeluarkan SK skorsing,” tutur mahasiswa angkatan 2014 ini.

Di sisi lain, Muhammad Reski yang juga selaku pemateri mengungkapkan bahwa seharusnya dosen bertindak sebagai pendidik dan pembimbing yang baik bukan malah melakukan tindak kekerasan.

“Dosen sebagai tenaga pendidik tidak seharusnya melakukan tindakan kekerasan yang seperti itu, melainkan memberikan bimbingan dan contoh yang baik kepada mahasiswanya,” ungkapnya.

Muhammad Youri Anugrah, selaku Presiden BEM FBS UNM, berharap agar kejadian semacam ini tidak terulang lagi kedepannya.

“Saya berharap agar tidak ada kejadian seperti ini yang terulang di fakultas-fakultas lain khususnya di FBS,” tutupnya.

Reporter: Andi Rachma Fatmiah Utami & Zulrif’ah Mahmuda