Kabar Kampus

BEM FBS UNM ADAKAN DISKUSI LINGKUNGAN, PEMANTIK: TAHURA DIJADIKAN OBJEK, BUKAN BUAT WISATA BARU

Makassar, Estetika – Badan Eksekusi Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) adakan Diskusi Lingkungan di Kampus FBS UNM, Senin (8/2).

Kegiatan ini menghadirkan Fandi Kaluhara dari Forum Pecinta Alam (FPA) Sinjai selaku pemantik dan diikuti oleh para fungsionaris lembaga (LK) FBS UNM dan berbagai organ luar kampus. Dengan mengusung tema “Selamatkan Rimba Terakhir di Tahura ABD Latief Sinjai”, diskusi ini membahas isu kerusakan lingkungan yang terjadi di Sinjai.

Pemantik diskusi, Fandi Kaluhara menjelaskan Tahura merupakan tempat kawasan pelestarian alam yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

“Tahura adalah kawasan pelestarian alam yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pedidikan, penelitian, wisata, dan budaya. Tahura tersebut yang dijadikan objeknya itu sendiri, bukan membangun objek wisata baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan pembangunan bumi perkemahan tersebut menyalahi aturan yang ada.

“Bumi Perkemahan secara khusus telah diatur dalam Peraturan Menteri (PERMEN) Pariwisata. Bumi Perkemahan itu luasnya minimal 2,5 hektar, sedangkan Bumi Perkemahan yang di Sinjai ini luasnya 1,2 hektar berarti ini belum memenuhi persyaratan. Selanjutnya, kalo memang mau membuat Bumi Perkemahan seharusnya ada izin juga dari Kementerian Pariwisata. Izin pembangunan Bumi Perkemahan, itu tidak ada,” terangnya.

*Reporter: M. Muadz Muwaffaq Ihsan

Related posts

TINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DAN SISWA, BK FIP UNM LAKUKAN PELATIHAN BIMBINGAN KARIR

Editor Estetika
June 7, 2022

SELENGGARAKAN ACCENT, HMPS ACCESS ANGKAT TOPIK KILAS BALIK REKOGNISI NILAI MBKM

Editor Estetika
February 26, 2022

TAHAP KEDUA PEREKRUTAN ANGGOTA BARU, LENTERA ADAKAN KEGIATAN INDOOR

LPM Estetika FBS UNM
March 31, 2019
Exit mobile version