Makassar, Estetika – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Lokakarya Penulisan Esai bagi Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Ruang Seminar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), Rabu (3/6) lalu.
Mengusung tema “Lokakarya Penulisan Esai bagi Generasi Muda Tahun 2026”, kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian pembelajaran, mulai dari tes awal, pembekalan kaidah bahasa dan teknik penulisan esai, sesi Warnasari Duta Bahasa, pembagian kelompok pendamping, hingga pelaksanaan tes akhir.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) FBS UNM, Syamsu Rijal, dalam sambutannya mengajak para peserta untuk berani mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kepenulisan.
Dia juga mendorong peserta untuk berani memulai dan terus mengembangkan kemampuan menulis melalui karya esai yang berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat menghasilkan karya-karya esai yang membanggakan dan mampu berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Pemateri pertama, Aslan Abidin, menjelaskan bahwa esai merupakan sarana untuk menyampaikan gagasan secara kritis yang didukung oleh data dan argumentasi yang kuat.
“Penulis harus mampu menghadirkan ide yang didukung data dan argumentasi,” kata pemateri Teknik dan Praktik Menulis Esai itu.
Di sisi lain, pemateri kedua, Asmabuasape, menekankan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan unsur penting dalam penulisan karya ilmiah.
“Bahasa Indonesia yang baik dan benar wajib digunakan dalam karya tulis ilmiah,” katanya.
Reporter: Riska & Adhe Utami Lestari
