Makassar, Estetika – LenterA Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Writing Group Discussion via Zoom, Kamis (25/6).
Dalam bahasa Indonesia, kegiatan yang berarti diskusi kelompok menulis ini membahas materi “Teknik Menulis Cerpen yang Baik dan Benar” bersama pemantik Wahyu Gandi, penulis buku Mendengar Bisu di Langit.
Wahyu Gandi dalam paparannya menjelaskan bahwa persoalan penulis pemula terletak pada bagaimana mengatur alur yang mampu membuat pembaca betah hingga akhir cerita.
“Salah satu persoalan bagi penulis pemula dalam menuangkan gagasannya adalah bagaimana alur yang hendak dibangun tidak memiliki kekuatan menarik atau setidaknya membuat pembaca mampu bertahan sampai selesai,” katanya. “Jika persoalan sudah seperti itu, tidak ada jawaban tunggal yang bisa menyelesaikan masalah tersebut. Karena selain sejarah membaca yang panjang, penulis pemula juga dibentuk dengan sebutlah lingkungan. Belum lagi beberapa penulis merasa tidak percaya diri dengan apa yang dia tulis,” tambahnya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, salah seorang peserta diskusi, Rezki Amelia Anggraeini, mengajukan pertanyaan “Bagaimana membangun rasa percaya diri?” yang kemudian dijelaskan oleh pemantik dengan mengambil filosofi ombak yang menghantam batu.
“Hilangkan pemikiran untuk menulis bagus. Yang terpenting adalah bagaimana jeleknya dari cerita yang ditulis. Karena pada dasarnya, banyak cerita yang jelek saja belum. Jadi cerita yang menarik dan bagus itu bukan hanya dalam satu pukulan. Seperti ombak menghantam batu, jika satu kali maka batu tetap berbentuk seperti batu. Maka berkali-kali baru bisa berbentuk seperti apa keinginannya ombak,” jawab alumnus FBS UNM yang akrab disapa Wira.
Reporter: A. Padauleng
