PERINGATI HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN, UKM LKIMB UNM GELAR EMPATI

Rilis, Estetika – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertakwa (LKIMB) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan kegiatan Empowering Women In The Society (EMPATI) National Competition via Zoom Meeting, Kamis (25/11).

Kegiatan yang terdiri dari beberapa item acara, yakni lomba esai dan poster tingkat mahasiswa se-Indonesia, kampanye anti kekerasan terhadap perempuan serta diskusi publik ini dihadiri oleh delegasi UKM se-UNM, para juri, peserta, lembaga eksternal dan tamu undangan.

Adapun kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari mulai Sabtu (20/11) hingga Kamis (25/11).

Puncak kegiatan EMPATI dimulai dengan pembukaan kemudian live presentation bagi ke-5 finalis essay terbaik, kemudian dilanjutkan dengan diskusi Publik yang bertemakan “Hantu Pelecehan dan Kekerasan Seksual” dengan menghadirkan Perdana Kusuma selaku dosen psikologi UNM dan Olin Monteiro selaku aktivis perempuan serta producer, dan terakhir pengumuman juara peserta kompetisi esai dan poster tingkat nasional.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM, Sukardi Weda, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM LKIMB UNM.

”Saya mengapresiasi UKM LKIMB UNM yang masih membuka ruang dialektika sebagai bentuk tanggapan terhadap maraknya pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi saat ini. Walaupun dilaksanakan via daring tapi tidak mengurangi nilai dan makna dari kegiatan ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia EMPATI, Hasni Amaliyah, menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya EMPATI ini guna meningkatkan pemahaman mengenai kekerasan berbasis gender serta risiko kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

”EMPATI diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kekerasan berbasis gender sebagai isu Hak Asasi Manusia (HAM) serta pemahaman mengenai resiko yang ditimbulkan oleh kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kualitas kreativitas dalam mengkaji masalah seks dan gender,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum UKM LKIMB UNM, Syahrul Gunawan, berharap dengan adanya kegiatan ini kita mampu menangani masalah dan meningkatkan pengetahuan kita melalui pendekatan budaya.

”Dengan adanya kegiatan ini diharap mampu membuka mata kita semua terkait permasalahan yang ada. Kita mampu menangani masalah ini dengan meningkatkan pengetahuan kita melalui pendekatan budaya Selain itu, mengimplementasikan budaya 3S yakni Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge,” harapnya

Selain itu, Majelis Tinggi UKM LKIMB UNM, Ismi Wulandari, mengatakan bahwa pelecehan seksual sangat dekat dengan kita mulai dari pelecehan psikis hingga tindakan dalam bentuk lainnya.

”Pelecehan seksual sangat dekat diri kita dan meliputi pelecehan secara fisik dan psikis sehingga tindakan-tindakan bernuansa seksual yang tidak diinginkan, seperti kekerasan secara verbal serta ancaman pemerkosaan yang dilakukan secara sengaja oleh pelaku”, ujarnya.

Rilis: UKM LKIMB UNM

Leave a Reply

Skip to toolbar