PENDIDIKAN AKUNTANSI 2018 ADAKAN SEMINAR KEWIRAUSAHAAN, BAHAS SEPUTAR WIRAUSAHA ERA 5.0

Makassar, Estetika – Program Studi (Prodi) Pendidikan Akuntansi 2018 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Seminar Kewirausahaan Nasional di Convention Hall FIP UNM dan via Zoom, Sabtu (20/11).

Seminar yang mengusung tema “Start, Run, and Grow Your Bussiness In Era Society 5.0” ini bertujuan untuk mewadahi generasi muda sebagai agen of change dalam memperluas cakrawala wirausaha di masa pandemi dan menjalin silaturahmi serta mempererat hubungan civitas akademika Prodi Pendidikan Akuntansi UNM.

Adapun kegiatan ini menghadirkan Zainuddin selaku
kepala bidang pemberdayaan dan pengembangan koperasi usaha kecil sebagai pembicara pertama, serta Abd. Rivai selaku pengusaha muda sekaligus Alumni UNM sebagai pembicara kedua.

Suasana berlangsungnya Seminar Kewirausahaan Nasional di Convention Hall FIP UNM, Sabtu (20/11). Foto: Mildawati/Estetikapers.

Pembicara pertama, Zainuddin, mengungkapkan bahwa ada empat hal yang menjadi tantangan dan dapat dihadapi dengan cara berwirausaha.

“Ada empat hal di masa sekarang yang bisa menjadi tantangan yaitu bonus demografi, era disrupsi, sharing ekonomi serta trend wirausaha sosial dan untuk menghadapi empat hal tersebut hanya ada satu kata, yaitu dengan berwirausaha,” ungkapnya

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan alasan mengapa seseorang harus menjadi seorang wirausaha.

“Kita harus menjadi seorang wirausaha karena ketersediaan lapangan pekerjaan yang saat ini kurang, ketersediaan sumber daya alam yang banyak, bisa mendapatkan penghasilan yang tak terhingga, bisa mewariskan usaha dan dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” jelasnya

Di sisi lain, Pembicara kedua, Abd. Rivai, mengatakan bahwa ada dua kunci utama dalam berwirausaha, yaitu mengetahui rantai bisnis dan cara mempertahankan konsumen.

“Kunci dalam berwirausaha itu ada dua, yang pertama harus mengetahui bagaimana rantai bisnis seperti mengetahui bahan pokok, cara pembuatan dan cara pemasaranya, kemudian yang kedua harus mengetahui cara mempertahankan konsumen yang kita dapat,” ujarnya.

Reporter: Aulia Ulva & Mildawati

Leave a Reply

Skip to toolbar