MINDFULNESS: PENERIMAAN DIRI UNTUK KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SESEORANG

Kesejahteraan psikologis adalah kondisi yang dialami seseorang bukan hanya terbebas dari tekanan atau masalah mental saja, tetapi kondisi mental yang dianggap sehat dan berfungsi secara maksimal (Ryff & Keyes, 1995) dimana seseorang dapat mengatur sikap, mengevaluasi diri, serta mampu mengambil keputusan tanpa adanya tekanan sehingga mampu menerima dirinya sendiri, menentukan tujuan hidup dan menjadi pribadi mandiri.

Penerimaan diri dilakukan untuk mendapatkan kesejahteraan psikologis yang baik karena dengan hal tersebut, seseorang akan memunculkan pandangan yang lebih baik sehingga mampu bersikap positif dan menerima nilai positif dan negatif dalam dirinya, hidup dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya kepura-puraan, serta mampu berhubungan baik dengan orang lain. Namun, pada masa sekarang sering terjadi penolakan pada diri sendiri karena perbedaan fisik psikis maupun sosial yang dapat menyebabkan terjadinya masalah-masalah kesejahteraan psikologis sehingga akan merasa stres, frustasi, manarik diri dari lingkungan dan sebagainya.

Hambatan utama terjadinya penolakan dalam penerimaan diri seseorang adalah ketidakmampuan untuk menerima apa yang terjadi pada masa lalu dan mengambil tindakan di masa sekarang karena takut melakukan suatu kesalahan. Namun, dengan hadirnya mindfullnes ini akan membantu kita memiliki kesadaran utuh, perhatian, dan bersedia untuk hidup berdampingan dengan apa yang ada pada dirinya saat ini, serta mampu menerima tanpa memberikan penilaian baik atau buruknya hal tersebut.

Adapun hal yang dapat dilakukan dalam penerimaan diri, yaitu memperhatikan hal-hal baru yang terjadi, memandang sesuatu dari prespektif yang luas, selalu berpikir positif, dan membuat hal-hal yang disenangi yang kemudian didokumentasikan. Beberapa hal tersebut akan membuat seseorang akan menyadari bahwa ia dapat mengendalikan diri sendiri atas hidupnya, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, serta mampu membingkai ulang pengalaman dan kesalahan yang terjadi pada masa lalu.

Seseorang dengan kesadaran diri yang tinggi akan lebih mampu untuk bersikap secara sadar. Rasa kesadaran dapat membantu seseorang melihat secara ideal hubungan antara pikiran, perasaan serta aktivitas yang dilakukanya. Seperti ketika kita merasa cemas yang berlebihan terhadap sesuatu dengan kondisi sedang mindful, kita akan memilih untuk tetap tenang, rasakan dan hilangkan tanpa perlu menganalisis atau mencari tahu mengapa hal tersebut terjadi. Dalam hal ini, dengan melakukan meditasi formal yaitu mindfulness of thoughts and emotions (kesadaran terhadap pikiran dan emosi), kita dapat mengatasi rasa tersebut dengan melakukan aktivitas secara sadar dengan membenamkan rasa tersebut dan melakukan hal yang positif.

Mindfulness sendiri menuntun seseorang untuk sadar akan apa yang ada sekarang tanpa memikirkan apa yang terjadi pada masa lalu dan di masa depan. Dengan selalu berpikir positif dan berpikir sebelum bertindak agar kedepanya dapat memiliki fisik dan mental yang sehat, tidak mudah stres, memandang hidup lebih baik, dan memiliki hubungan positif kepada orang lain, karena mindfulness dalam diri seseorang akan mendorongnya untuk memiliki tujuan hidup.

*) Opini ini adalah tanggungjawab penulis sebagaimana tertera. Tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Estetikapers.com

Penulis: Andi Raihan Aras, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar

Leave a Reply

Skip to toolbar