DISKUSI TERBUKA KASUS KRIMINALISASI PERSMA UPPM UMI

Indonesia, Estetika – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional mengadakan Diskusi Terbuka via Zoom dan Live Youtube, Senin (22/11).

Diskusi ini mengusung tema “Kejahatan Akademik: Kriminalisasi Pers Mahasiswa UPPM UMI” yang membahas mengenai kronologi dan lanjutan pendampingan kasus terkait pelaporan dua anggota pers mahasiswa UPPM UMI pada Selasa, 2 November lalu.

Suasana saat Kuasa Hukum menjelaskan pendampingan kasus yang terjadi pada anggota pers UPPM UMI via Zoom, Senin (22/11). Foto: Tangkapan Layar/Estetikapers

Selain itu, dalam diskusi ini menghadirkan Pemimpin Umum UPPM UMI, Nunuk dan Kuasa Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH Makassar), Ansar.

Kuasa Hukum terlapor, Ansar, mengatakan bahwa anggota persma yang bersangkutan telah mendapatkan surat panggilan untuk dimintai klarifikasi.

“Surat panggilan tersebut berisi mengenai permintaan klarifikasi yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di UMI terkait ada dugaan tindak pidana terjadinya penganiayaan dan pengrusakan sebagaimana dimaksud pada pasal 351 ayat 1 KHUP Pidana atau pasal 406 KHUP Pidana,” jelas Kuasa Hukum dari kedua jurnalis terlapor tersebut.

Selain itu, ia juga menambahkan adanya kejanggalan terhadap surat panggilan kedua dari terlapor, yakni anggota pers mahasiswa UPPM UMI.

“Pada surat panggilan kedua terdapat keganjalan, yakni dalam surat tersebut ditemukan adanya perbedaan pasal dari surat panggilan pertama. Pasal tersebut yaitu pasal 170 yang ditempatkan di dalam BAB V mengatur tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum dan dinilai bertolak belakang dengan kejadian sebenarnya yang dialami oleh anggota pers mahasiswa UPPM UMI ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemimpin Umum (PU) UPPM UMI, Nunuk, mengungkapkan bahwa anggota pers mahasiswa UPPM UMI yang mendapat panggilan masih memegang status sebagai saksi.

“Sebelumnya disclaimer terlebih dahulu, saat ini teman-teman belum ditangkap dan masih dalam status sebagai saksi di kepolisian. Saat ini kasus masih dalam proses pengembangan,” ungkapnya.

Di samping itu, ia menuturkan rasa terima kasihnya kepada anggota persma lainnya yang terus mengawal kasus kriminalisasi anggota pers mahasiswa yang terjadi di UPPM UMI.

“Terima kasih kepada LPM lain yang sudah sampai hari ini tetap menjaga solidaritas persma,” tuturnya.

Reporter: A. Nur Ismi & Ahmad Ardiansyah

Leave a Reply

Skip to toolbar