PRESIDEN DEMA JBSI LEPAS PANITIA KEGIATAN SASTRA MASUK SEKOLAH HMPS SASINDO

Makassar, Estetika – Presiden Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melepas kegiatan Sastra Masuk Sekolah (SMS) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) DEMA JBSI FBS UNM di Sao Panrita, Minggu (1/8).

Kegiatan yang mengusung tema “Jejak Sastra Menuju Ruang Keabadian” ini akan dilaksanakan selama satu pekan, yakni mulai Minggu (1/8) hingga Sabtu (7/8) di SMAN 18 Bulukumba, Kabupaten Bulukumba dengan tujuan untuk memantik agar literasi di sekolah, khususnya di tataran SMA dapat menjadi lebih hidup.

Adapun item kegiatan SMS diantaranya, seminar literasi, kelas sastra, lading baca, lomba menulis, donasi buku, panggung ekspresi, pelatihan visualisasi puisi dan drama, dan malam sastra yang dirangkaikan dengan hari lahir HMPS Sasindo.

Suasana saat berlangsungnya pelepasan Sastra Masuk Sekolah, Minggu (1/8). Foto: dokumentasi pribadi SMS

Presiden DEMA JBSI FBS UNM, Rudyman, mengungkapkan terima kasih atas semangat HMPS Sasindo yang tetap melaksanakan SMS di situasi pandemi sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat, khususnya yang ada di Bulukumba.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman HMPS Sasindo, karena di tengah kondisi seperti sekarang jiwa-jiwa pengabdian teman-teman masih terguncang untuk memberikan perubahan, khususnya pada teman-teman yang ada di Kabupaten Bulukumba nantinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa kegiatan SMS ini sangat bermanfaat dan mengedukasi.

“Kami juga berterima kasih kepada teman teman HMPS Sasindo karena telah mengadakan kegiatan yang mengedukasi masyarakat seperti ini. Semoga kegiatan ini dapat memperbaiki citra UNM,” tuturnya.

Di sisi lain, ketua panitia, Rusci Lestari Syam, berharap agar kegiatan SMS ini bisa mencerdaskan anak bangsa.

“Harapan saya semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Tetaplah menjadi biru yang sederhana dan mengutamakan buku dan pena sebagai senjata yang paling ampuh melawan kebodohan,” harapnya.

Reporter: Alvira Damayanti dan Nurfadila Antika

Leave a Reply

Skip to toolbar