HIMAPRODI PBSI ADAKAN SEMINAR KEBAHASAAN NASIONAL BAHAS BAHASA INDONESIA

Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Seminar Kebahasaan Nasional secara blended yakni daring via Zoom dan luring di Ballroom Lantai 2 Phinisi UNM, Sabtu (31/7).

Seminar yang mengusung tema “Bahasa Indonesia Menjawab Tantangan dan Merespons Kebhinekaan” ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Olimpiade Pendidikan (OPen) dan Pekan Pujangga yang bertujuan sebagai media untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

Adapun seminar ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Kepala Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa, Endang Aminuddin Aziz dan Koorprodi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), Yuni Pratiwi.

Suasana saat berlangsungnya pemaparan materi pertama Seminar Kebahasaan Nasional via Zoom, Sabtu (31/7). Foto: Tangkapan Layar/Estetikapers.

Pemateri pertama, Endang Aminuddin Aziz, menyatakan bahwa kita semua harus senantiasa melihat sisi positif pembelajaran pada masa pandemi yang tersedia di internet.

“Pada masa pandemi ini kita harus melihat sisi positifnya walau tidak dapat dipungkiri memang kita terbatas, tetapi di sisi lain kesempatan kita sangat terbuka untuk belajar bahasa dengan sumber bacaan yang melimpah di internet, tentunya setelah dipilah-pilah untuk meningkatkan kompetensi berbahasa kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kompetensi berbahasa diukur dari seberapa cerdas setiap orang dalam menggunakan bahasa yang tepat dan pantas.

“Ukuran kompetensi berbahasa bagi saya dan bagi kita semua adalah bagaimana kita dengan cerdas menggunakan bahasa secara tepat dan pantas,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Yuni Pratiwi, mengatakan bahwa kemahiran dalam berbahasa Indonesia merupakan instrumen masa depan untuk generasi milenial.

“Bahasa Indonesia merupakan instrumen masa kini maupun masa depan, baik dari sisi politik, pendidikan, kreasi, publikasi, dan aplikasi. Jadi, kemahiran berbahasa Indonesia merupakan masa depan yang baik untuk generasi milenial,” ungkapnya.

Reporter: Nurul Fakhriyah Arief & Alvira Damayanti

Leave a Reply

Skip to toolbar