LMS SYAM-OK UNM TUAI KRITIKAN, MAHASISWA: SEHARUSNYA DIADAKAN UJI KELAYAKAN

Makassar, Estetika – Sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Makassar No.006/UN3/KP/2021 tentang Kegiatan Akademik Perkuliahan Semester Genap Tahun Akdemik 2020-2021, menetapkan perkuliahan dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi LMS SYAM-OK, Rabu (17/2).

Penetapan tersebut bertujuan untuk memudahkan monitoring dan evaluasi perkuliahan selama pembelajaran daring.

Namun dalam penggunaannya, LMS SYAM-OK banyak menuai kritikan dan keluhan dari mahasiswa UNM yang tersebar melalui pesan dan story WhatsApp, misalnya kesulitan mengakses jaringan, web yang lambat loading, hingga server down.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM, Muh. Hidayat, memberi tanggapan terkait kendala yang dihadapi selama menggunakan LMS SYAM-OK.

“SYAM-OK terlalu dipenuhi banyak kendala, seperti ada beberapa mahasiswa yang tidak bisa login, ada juga yang bisa login tapi tidak terdaftar di matkul tertentu,” tanggapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa SYAM-OK perlu diadakan uji kelayakan.

“Seharusnya aplikasi SYAM-OK diadakan uji kelayakan, apakah aplikasi SYAM-OK layak digunakan atau tidak,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Rahul, mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE), berpendapat bahwa selama perkuliahan daring, lebih baik menggunakan aplikasi lain daripada SYAM-OK yang sering eror.

“Ada banyak kendala yang saya alami, salah satunya aplikasi SYAM-OK tidak bisa diakses sehingga saya selalu alfa. Kalau dari saya, lebih baik menggunakan aplikasi lain yang lebih efektif daripada SYAM-OK,” tuturnya.

Reporter: Evi Syafitri & Siti Anisya

Leave a Reply

Skip to toolbar