Wed. Sep 23rd, 2020

PAGELARAN BUDAYA SEBAGAI SALAH SATU ITEM KEGIATAN KONGRES IMABSII VI

MakassarEstetika – Pagelaran budaya merupakan salah satu agenda acara Kongres Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia (IMABSII) ke VI yang dilaksankan di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Makassar, Jum’at (20/4).

Kegiatan pagelaran budaya ini diikuti oleh peserta delegasi dari 29 Universitas di Indonesia. Berbagai macam penampilan yang disuguhkan, seperti tarian tradisional dan muskalisasi puisi, pantun berbalas hingga perkenalan makanan khas dan budaya setiap daerah.

Penampilan pembuka, tari mappadendang, Jum’at (20/4). Foto : Angeline Chrismasari/Estetikapers. 

Diawali dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan peserta selama mengikuti Kongres VI IMABSII, kemudian dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari setiap perwakilan Universitas.

Hal yang unik adalah setelah menampilkan pementasan, setiap perwakilan memperkenalkan jajanan tradisional khas daerah masing-masing dan membagi-bagikannya kepada penonton.

Eko Efriyanto, delegasi dari Universitas Islam Riau yang menjadi salah satu penampil. Ia menampilkan tari Randai, tari khas Riau.

“Kami menampilkan tari Randai yang merupakan tari khas dari Riau, dan kesiapan kami 99,9 persen siap dan sisanya gugup,” ujar.

Ketua Panitia Kongres IMABSII, Erlan saputra, mengatakan, tujuan dari kegiatan pagelaran budaya ini adalah untuk memperkenalkan kesenian atau ciri khas dari masing-masing daerah peserta yang mengikuti kongres.

“Jadi tujuan diadakannya penggelaran budaya ini adalah guna menampilkan dan memperkenalkan kesenian dan budaya dari berbagai daerah,” ujar mahasiswa yang lebih akrab disapa Erlan ini.

Selain itu, Dicky, salah satu penonton pagelaran yang juga merupakan delegasi dari Universitas Islam Negeri Malang, mengungkapkan rasa puasnya. Ia mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini wawasan mengenai adat dan ciri khas dari berbagai daerah semakin bertambah.

“Sangat menarik karena menambah pengetahuan dan wawasan, soalnya kan banyak dari kampus lain, adat-adat lain, trus makanan khas dari daerah-daerahnya masing-masing khususnya makanan khasnya,” ungkap mahasiswa semester enam ini.

Reporter: AM 9 ESTETIKA

Leave a Reply

Skip to toolbar