Sanggar Kreatif 417 DDI Manding Polewali Mandar menampilkan tarian di Hari Tari Sedunia, Sabtu (29/4). Foto: Dok. estetikapers.

Parangtambung, Estetika – Malam perayaan Hari Tari Sedunia Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Seni Tari Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) berlangsung dengan meriah dengan menyajikan beragam pertunjukan tari yang di helat di samping Masjid Ulil Albab, sabtu (29/4).

Ada banyak UKM seni, maupun sanggar seni yang berpartisipasi dalam perayaan ini, seperti UKM Seni Pancoran (UKIP); Sanggar Seni Turikale (Palopo); Sanggar Kreatif 417 MTS DDI Manding (Polman); Sanggar Seni Puspita (Polman); Sanggar Seni Labade (Polman); dan Sanggar Tie-tie (Polman).

Acara ini di buka dengan penampilan tari Toraja Pangsungke Sumange yang di bawakan oleh UKM Pancoran. Ada juga tari Papeka ri Makkah dari Sanggar Seni Turikale yang membuat penonton ketakutan karena para penari tak hanya memegang obor, tapi juga menyemburkan api ke arah penonton.

Tari Papeka ri Makkah dari Sanggar Seni Turikale sempat membuat kaget penonton, penari menyemburkan api ke arah penonton, Sabtu (29/4). Foto: estetikapers.

Tak hanya partisipan dalam negeri, perayaan ini juga menampilkan dua tarian melayu yang di bawakan oleh partisipan dari Malaysia yaitu, tari Bunga Tanjung dan Pahlawan Safana.

Perayaan ini juga dihadiri dua maestro tari, Dg. Macora dan Dg. Bulan yang juga sempat menampilkan tarian Paqjoge Angkeng. Dua maestro tari ini diberi penghargaan langsung oleh Dekan FSD.

Mukarramah, salah satu penonton, mengapresiasi penampilan dua maestro tari itu.

“Semua penampilan berkesan, tapi yang paling saya apresiasi adalah dua maestro tari ini (Dg. Macora dan Dg. Bulan) karena sampai tua, dia masih melestarikan budaya tari,” ujarnya.

Reporter: St. Arisa E

Estetika Tim