Wed. Sep 23rd, 2020

HARI KEDUA BEDAH FILM PEKAN SASTRA II: DARI UANG PANAI’ SAMPAI FILM ASING

Makassar, Estetika Memasuki hari kedua, Jumat (27/10), Bedah Film Pekan Sastra II HMPS Sasindo menampilkan dua film produksi lokal yakni Uang Panai’ dan Melawan Takdir. Selain itu, ada dua film pendek yang ditayangkan dari awal sampai akhir yaitu The Camera dan 8 (Eight).

Amril Nuryam (kedua dari kanan), Ahmad Wildan (kedua kiri), dan Faisal (kiri) dalam Bedah Film hari kedua Pekan Sastra, Jumat (27/10). Foto : Irma Rahmayani/estetikapers.

Produser film Uang Panai’, Amril Nuryam, menceritakan bagaimana awal terciptanya ide dalam film tersebut.

“Awalnya kita ingin membuat film bertema religi, namun tahun 2015 tema religi itu lagi drop karena banyak film religi yang kontroversi, jadi kami terus mengeksplor sampai akhirnya keluar ide Uang Panai’,” ujarnya.

Beda dengan Amril, Ahmad Wildan sendiri selaku CO Sutradara film Melawan Takdir mengungkapkan bahwa film Melawan Takdir sangat menarik karena menceritakan tentang success story.

“Ini merupakan film success story dari autobiografi Profesor Hamdan, salah satu profesor termuda di Indonesia. Dimana-mana success story itu selalu menarik untuk dibahas dalam sebuah karya. Mirip-mirip Laskar Pelangi lah,” katanya.

Di sisi lain, salah seorang dosen FBS yang juga menjadi pembicara, Faisal menanggapi film The Camera. Baginya, meski film The Camera tanpa dialog di dalamnya, namun isinya sarat akan hal yang romantis.

“Saya berpikirnya disini (film The Camera) bahwa ada hal-hal lain yang sering kembali, seperti kenangan. Kenangan sering mengunjungi seseorang,” ungkap lelaki yang juga berprofesi sebagai Dosen sastra ini.

Reporter: Rahayu Al-Qadriah

Leave a Reply

Skip to toolbar