Barru, Estetika – Dosen Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) mengenai Diversifikasi Olahan Ikan Laut di desa Corawali dan Pancana, Kabupaten Barru, Sabtu (22/6).

Foto bersama peserta PKM Diversifikasi Olahan Ikan Laut di Desa Pancana, Kabupaten Barru, Sabtu (22/6). Foto: Dok. Pribadi/LP2M UNM.

Bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNM, pelatihan bisnis kewirausahaan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Barru yang diikuti oleh guru dan siswa mata pelajaran kewirausahaan, dan dilaksanakan di desa-desa binaan yang diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga.

Kegiatan ini merupakan bagian dalam pengabdian terpadu yang selanjutnya dilakukan kerjasama dalam Memorandum of Agreement (MoA) dalam pembentukan dua desa binaan di Kabupaten Barru, yaitu Desa Corawali dan Desa Pancana. Selain Kabupaten Barru, rencananya LP2M juga akan membentuk desa binaan di enam kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan, yakni Takalar, Bantaeng, Maros, Pangkep, Sidrap, dan Soppeng.

Ernawati S. Kaseng, Koordinator Pengabdian Terpadu UNM 2019, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk merubah perilaku masyarakat perempuan pedesaan utamanya Ibu Rumah Tangga (IRT).

“Tujuannya untuk merubah perilaku masyarakat pedesaan perempuan atau IRT agar bisa menghasilkan produksi olahan sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap dengan adanya pelatihan ini, para IRT dapat mengolah wirausaha mandiri untuk membantu penghasilan keluarga.

“Jadi diharapkan para ibu-ibu rumah tangga ini dapat menjadi wirausaha mandiri dalam menopang keluarga,” terangnya.

Selain itu, Firdaus W. Suhaeb, salah seorang anggota pelaksana pelatihan, menjelaskan bahwa selain mewujudkan masyarakat berjiwa usaha mandiri, pelatihan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan penghasilan keluarga tani dan nelayan.

“Selain meningkatkan masyarakat dapat berjiwa usaha mandri, pelatihan ini juga sebagai penguatan penghasilan masyarakat di Desa Pancana yang kebanyakan merupakan keluarga petani dan nelayan,” jelas dosen jurusan sosiologi ini.

Reporter: Tim Estetika

Tim Estetika