Makassar, Estetika – Mahasiswa yang tergabung dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi demonstrasi dengan mengangkat grand issue Stop Kampus Fasis dan Wujudkan Demokratisasi Kampus dengan menyuarakan tiga tuntutan, diantaranya: (1) Cabut SK skorsing 6 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNM; (2) Berikan sanksi kepada oknum dosen yang memukul mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM; dan (3) Berikan sanksi dekan yang cacat prosedural menurut ombudsman. Aksi ini digelar di Pelataran Gedung Phinisi UNM, Senin (26/11).

Suasana Masyarakat unm saat berdialog tentang 3 tutunan di Gedung Phinisi UNM, Senin (26/11). Foto: M.Renaldi Ramadani/Estetikapers.

Aksi demonstrasi ini diikuti oleh lima fakultas, antara lain Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Aksi dimulai dengan penyampaian orasi oleh masing-masing Koordinator Lapangan (Korlap) tiap fakultas, dan berlanjut dengan diskusi pada pihak birokrasi saat telah tiba dilokasi.

Namun, diskusi tidak menemui titik temu sehingga para mahasiswa beralih memblokade jalan. Muhammad Aziz, selaku Dekan FE UNM, menjelaskan bahwa skorsing mahasiswa bukan persoalan penyampaian aspirasi melainkan karena permasalahan etika.

“Skorsing enam mahasiswa FE bukan karena mempertanyakan transparansi anggaran tetapi karena masalah etika,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa skorsing mahasiswa tidak akan dicabut karena tindakan ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Mengenai persoalan Ombudsman, tugas mereka itu memberikan pendapat dan saran. Bukan berarti harus diikuti, jadi SK Skorsing tidak akan dicabut karena apa yang dilakukan fakultas sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di lembaga ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Andri Candriawan, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE UNM, menjanjikan bahwa akan ada tindakan lanjut berupa aksi yang terdiri dari semua organ yang ada di Makassar jika tuntutan tidak di tanggapi dengan baik.

“Hari ini kita mencoba untuk penyatuan gerakan UNM, setelah itu jika tidak ada respon yang baik dan capaian maksimal kita akan mengundang semua organ yang ada di Makassar,” tegasnya.

Reporter: Muhammad Gusti Satya & M. Renaldi Ramadani

Tim Estetika