Sat. Sep 19th, 2020

BINCANG SASTRA HADIRKAN TIGA SASTRAWAN TERNAMA SUL-SEL

Makassar, Estetika Pekan Sastra II Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (HMPS Sasindo) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) memasuki sesi Bincang Sastra sekitar pukul 14.15 Wita di Pelataran Pinisi, Jl. A. P. Pettarani, Jumat (27/10).

Kegiatan yang mengusung tema “Perkembangan Kesusastraan Sulawesi Selatan” ini mengundang tiga sastrawan ternama Sulawesi Selatan diantaranya: Aslan Abidin, Faisal Oddang, dan Wawan Kurniawan.

Faisal Oddang (kiri), Aslan Abidin (tengah), dan Wawan Kurniawan (kanan) dalam acara Bincang Sastra dengan tema “Perkembangan Kesusastraan Sulawesi Selatan”, Jumat (27/10). Foto : Irma Rahmayani/estetikapers.

Bagi seorang Aslan Abidin, menganggap demam literasi di Sulawesi Selatan khususnya di wilayah kampus UNM mulai muncul sejak lima tahun terakhir.

“Seperti katakanlah demam literasi di indonesia 5 tahun terakhir, di UNM juga terjadi demam membaca seperti itu lima tahun belakangan ini. Jadi mereka (UNM) juga pernah,” ujar penulis buku Malam Pengantin ini.

Bila Aslan berbicara di wilayah literasi, Faisal Oddang sendiri membahas bagian penulisan. Menurutnya genre bukanlah yang utama, melainkan gagasan.

“Bagi saya, genre atau jenis tulisan itu tidak penting sebenarnya. Yang penting itu adalah gagasan yang akan saya bawa ke dalam sebuah tulisan,” ungkap sastrawan pemenang Cerpen Kompas terbaik 2015 ini.

Berbeda dengan kedua pembicara sebelumnya, Wawan Kurniawan mengatakan bahwa mengajak seseorang untuk berkarya adalah hal yang cukup.

“Mengajak seseorang untuk melalukan suatu hal yang kita anggap penting (menulis) namun orang lain tidak, itu merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran tinggi,” ujar pria kelahiran Pinrang ini.

Reporter: Rahayu Al-Qadriah

Leave a Reply

Skip to toolbar