Wed. Jul 8th, 2020

AKAN LAKSANAKAN SEMESTER PENDEK, UNM TERAPKAN VIA DARING

Makassar, Estetika – Pendaftaran Semester Pendek (SP) Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun akademik 2019/2020 akan dibuka, Minggu (31/5).

SP yang bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam mempercepat penyelesaian studinya ini dibuka mulai Senin, 1 Juni 2020 hingga Senin, 15 Juni 2020 dan pelaksanaan perkuliahan dilakukan pada Juni-Agustus 2020.

Adapun syarat pelaksanaan SP adalah sebagai berikut.

  1. Merupakan mahasiswa aktif dibuktikan dengan pembayaran SPP/UKT dan tidak sedang dikenakan sanksi.
  2. Paling rendah berada pada semester empat.
  3. Telah membayar biaya pelaksanaan SP pada bendahara fakultas sesuai jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang akan diprogramkan.
  4. Memprogramkan SP dengan cara mengisi KRS-SP kemudian menyerahkannya kepada Ketua Program Studi (Kaprodi) setelah mendapat persetujuan dari dosen PA. Blanko KRS disiapkan oleh Program Studi (Prodi).
  5. Menyerahkan fotokopi bukti pembayaran kepada Kaprodi.
  6. Mengisi format pernyataan alasan memprogramkan SP.
  7. Mengisi surat pernyataan tidak sedang menjalani sanksi.
  8. Bagi mahasiswa yang menenuhi syarat pelaksanaan SP harus mengikuti ketentuan yang telah pihak Universitas sepakati selama menjalani SP.

Ketentuan Pelaksanaan SP sebagai berikut:

  1. Mata kuliah yang diprogramkan oleh mahasiswa maksimal 9 sks.
  2. Mata kuliah yang diprogramkan bukan mata kuliah baru.
  3. Bagi yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ≥3,5 dapat memprogram mata kuliah baru.
  4. Jumlah peserta dalam 1 (satu) mata kuliah minimal 5 (lima) orang.
  5. Perkuliahan dilaksanakan dalam atau setara dengan 16 kali pertemuan dalam kurung waktu lebih-kurang dua bulan (Dalam kurun waktu bulan Juni-Agustus).
  6. Pemasukan nilai paling lambat akhir agustus.

Dalam pelaksanaan SP, peserta wajib menanggung sepenuhnya biaya SP sebesar Rp.160.000/SKS.

Wakil Dekan I FBS UNM, Sahril, mengatakan bahwa ada kebijakan untuk mengikutkan mahasiswa yang IPK-nya bermasalah pada program SP.

“Namun karena melihat kondisi mahasiswa kita banyak yang bermasalah dengan IPK-nya, maka diambil kebijakan untuk mengikutkan mahasiswa yang bermasalah dengan IPKnya tersebut pada semester antara dengan persyaratan yang diatur dalam pedoman semester antara,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam pelaksaan SP ini masih menggunakan sistem daring.

“Pelaksanaan perkuliahan SP tetap secara online di masa pandemi Covid,” tulisnya dalam pesan terusan WhatsApp.

Reporter: A. Dian Islamiati & Nurul Jihad

Leave a Reply

Skip to toolbar