Bagi kaum urban, nyaris setiap hari dihadapkan pada peliknya kehidupan perkotaan. Kebisingan, macet dimana-mana, tuntutan pekerjaan, deadline, skripsi (bagi yang masih kuliah), jadwal padat, tugas yang tiada habisnya dan banyak lagi soal lain yang berkelindan memicu kepenatan.

Di tengah seabrek persoalan yang bikin jenuh-selama masih tergolong manusia biasa-tentu hiburan adalah sebuah keniscayaan, baik sekadar untuk mengusir lelah ataupun menyegarkan pikiran. Bagi masyarakat perkotaan, sepertinya tak ada tempat pelarian yang paling tepat selain cafe atau kedai kopi. Ekonomis dan juga mudah diakses biasanya menjadi pertimbangan utama ketimbang harus bermigrasi liburan ke luar kota yang tentu akan mengeluarkan banyak biaya.

Di Makassar atau mungkin di kota manapun, cafe atau kedai kopi tumbuh bak jamur di musim hujan. Tumpah ruah dimana-mana. Namun dari sekian banyak, hanya segelintir cafe yang menawarkan kesan berbeda bagi pengunjung. Mungkin satu dari segelintir itu adalah De Jazz Coffe yang berlokasi di Jalan Tallassapang, Makassar.

Sejak buka pada Januari 2017 lalu, De Jazz Coffe tidak pernah sepi dari pengunjung. Berbagai kalangan berdatangan, tua dan muda silih berganti menghabiskan waktu di kafe yang mengusung konsep perpaduan antara moderen dan klasik ini. Suasana yang nyaman membuat banyak orang menjadikan De Jazz Coffe sebagai pelarian sementara dari sehimpun kesibukan yang tiada habisnya.

Sesuai dengan namanya yang mengangkat tema Jazz, pengelola De Jazz Coffe kerap mendatangkan musisi jazz dari dalam maupun luar negeri untuk menghibur para pengunjung. Selain musik jazz-nya, kesan yang mencolok adalah nuansa kafe dengan konsep vintage klasik yang dibuat senyaman mungkin.

Pencahayaan di De Jazz Coffe juga sesuai, tidak terlalu remang, juga tidak kelewat terang sangat serasi dengan meja dan kursi kayu artistik yang ditata apik sedemikian rupa untuk memenuhi setiap sudut ruangan.

Tidak ketinggalan pula, dinding De Jazz Coffe  juga terdisplay beberapa frame lukisan dan mural pada beberapa titik. Sementara di sudut lain ruangan yang terpisah oleh sekat bambu, terdapat panggung mini ukuran 5×3 meter, lengkap dengan alat musik, seperti gitar, drum dan lain-lain. Berbagai instrumen musik itu tidak  hanya diperuntukkan bagi bintang tamu yang diundang, tapi juga disediakan khusus bagi siapa saja yang mungkin punya hobi bermusik atau sekadar ingin menyumbang suara untuk menghibur para pengunjung lain.

Suasana yang elegan di Cafe de Jazz Coffeeshop, Jl. Talasalapang Makassar. Foto: Anzhari Djumingin/estetikapers.

Dengan suasana yang nyaman dan fasilitas lengkap seperti itu, wajar sebenarnya jika sang pemilik café memasang harga yang pantas untuk setiap menu di cafe miliknya. Kabar baiknya,  meskipun sekilas De Jazz Coffe  ini menawaarkan elegansi yang mewah dan terkesan mentereng, harga yang dipatok untuk setiap menu tetaplah terjangkau, pas bagi kantong mahasiswa.

Imran, manager De Jazz Coffe menuturkan, sedari awal cafe ini diperuntukkan untuk setiap kalangan dari pelajar sampai kantoran. Olehnya itu, varian menu yang ditawarkan harganya pun sangat bersahabat. Tetap terjangkau oleh kalangan pelajar terkhusus mahasiswa yang sering bermasalah dengan “dompet”.

“Di De Jazz Coffe ini sebenarnya konsepnya saja yang café, tapi soal harganya, masih harga mahasiswa. Terjangkaulah buat kawan-kawan,” ujar pria yang kerap disapa Ime’ ini.

Untuk segelas kopi susu misalnya, dibanderol dengan harga 12 ribu saja. Dengan itu pengunjung sudah bisa menikmati kopi susu nikmat sambil kerja tugas dan menikmati wifi semalam suntuk. Sampai pagi. Sampai puas 24 jam. Yah, De Jazz Coffe buka 24 jam!

Selain minuman olahan dari coffe, di sini juga tersedia berbagai macam minuman non kopi dan kudapan yang bisa dipesan para pengunjung. Karena tempatnya yang cukup luas, selain temapt nongkrong, De Jazz Coffe  ini juga bisa dipakai untuk menggelar diskusi atau bazar.

“Di kafe ini teman-teman yang ingin berkegiatan, tidak dikenakan panjar seperti warkop lain. Cukup datang ajak teman-teman dan silakan berdiskusi dengan tertib,” ujar Ime’.

Jadi, untuk handai tolan, khususnya rekan pelajar atau mahasiswa yang bingung mencari tempat nongkrong yang nyaman dan tidak menguras kantong, De Jazz Coffe  termasuk pilihan yang repesentatif. Datang De Jazz Coffe adalah cara paling indah untuk melarikan diri dari alur hidup yang makin hari rasa-rasanya makin sumpek ini, termasuk melarikan diri dari 5 bab skripsi yang berulangkali revisi. Curhat.

Lokasi

 

Kategori: Iklan | Tim Estetika

 

Estetika Tim