Fri. Oct 30th, 2020

Makassar, Estetika“Tiba-tiba televisi di kafe itu menyiarkan adegan Kimmy Jayanti sedang berdansa dengan Presiden Barack Obama di kantornya, White House, Amerika Serikat. Menyaksikan adegan itu, Kimmy menjerit histeris meloncat keluar, nyengklak taksi, pulang. Teman-temannya menghambur keluar sambil meneriakkan namanya, “Kimmy, Kimmy, Kimmy!!!”.”.

Kutipan diatas adalah isi dalam Cerita Pendek (Cerpen) “ApoCalypso”, karya Danarto yang diterbitkan di Cerpen Kompas edisi 15 Mei 2016.

Lahir dari rahim Siti Aminah yang seorang pedagang eceran di pasar kabupaten, dengan Djakio Hardjosoewarno, seorang buruh pabrik gula Modjo, Danarto tumbuh dengan keahlian menulis dan melukis. Danarto adalah anak keempat dari lima bersaudara. Danarto mengakhiri masa bujangannya dengan menikahi Siti Zainab Luxfiati, yang biasa dipanggil Dunuk. Sayangnya, rumah tangga Danarto tidak berlangsung lama. Danarto dan Zainab bercerai setelah lebih kurang 15 tahun berumah tangga.

Berkuliah di ASRI Yogyakarta, dia aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr, dan ikut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta. Tahun 1979-1985 bekerja di majalah Zaman, tahun 1976 mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat.

Karyanya yang terkenal di antaranya adalah kumpulan cerpen, Godlob. Kumpulan cerpennya yang lain, Adam Ma’rifat, memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewan Kesenian Jakarta, dan Hadiah Buku Utama 1982, tahun 2009 Danarto menerima Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan. Berkat karya dan prestasi yang raih membuatnya disebut sebut sebagai sastrawan senior dan guru sastrawan muda Indonesia selain itu Ia sastrawan yang disebut Goenawan Mohamad sebagai “pelopor realisme magis di Indonesia”.

Danarto seorang sastrawan yang lahir di Sragen, Jawa Tengah pada 27 Juni 1940 kemarin dikabarkan meninggal dunia. Danarto mengalami kecelakaan sekitar pukul 13.00 WIB. Korban tertabrak sepeda motor saat menyeberang di Jalan Ir Juanda atau di dekat kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan. Saat itu korban tengah menyebrang dari arah Kampung Utan Ciputat. Akibatnya, korban mengalami luka cukup parah di kepalanya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit UIN Ciputat untuk mendapatkan penanganan medis yang kemudian dirujuk ke RS Fatmawati. Hingga pukul 20.54 WIB Danarto dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya di RS Fatmawati.

Baca Juga : Danarto Meninggal Dunia, Sastrawan Indonesia Silih Berganti Ucapkan Belasungkawa

Kabar meninggalnya Danarto membuat para sastrawan Indonesia silih berganti ucapkan belasungkawa, duka juga turut dirasakan sastrawan asal sulawesi, Aslan Abidin dan Faisal Oddang.

Faisal Oddang dan Aslan Abidin. Foto: estetikapers.com

Kepada Estetika Aslan Abidin mengucapkan bela sungkawanya via pesan WhatsApp, Rabu (11/4) atas kepulangan sastrawan Danarto tersebut.

“Kematian hanyalah satu kelokan yang mesti dilewati dalam perjalanan menuju surga. Selamat menjalani hidup yang lebih baik Danarto,” ungkapnya.

Danarto dimata seorang Aslan Abidin juga adalah seorang penulis sufistik di Indonesia. Menurutnya, tokoh-tokoh yang dihadirkan Danarto dalam cerpennya bisa saja berupa usus atau udara.

“ Beliau seorang penulis sufistik di Indonesia. Karya-karyanya berupa berupa puisi, cerpen, dan novel, menjadi tambahan dalam kebaruan sastra Indonesia dengan tokoh-tokohnya yang bisa saja berupa usus atau udara,” jelasnya.

Sama dengan Aslan Abidin, Faisal Oddang sastrawan sulawesi yang cerpennya “Di Tubuh Tara dalam Rahim Pohon” pernah meraih predikat Cerpen Terbaik Kompas dan juga terkenal dengan beberapa karyanya, sangat mengagumi seorang Danarto.

“ Pertemuan pertama dengan karya beliau, ketika saya membaca Berhala—kumpulan cerpen yang kemudian pada akhirnya berdampak baik bagi proses kepenulisan saya. Bagi saya, Danarto merupakan sosok penting dalam perkembangan sastra Indonesia khususnya prosa. Danarto barangkali berada di tempat lain setelah hari ini, tetapi saya percaya, sastra Indonesia akan mengenangnya sebagai seseorang yang akan terus ada,” jelasnya.

Lebih lanjut Faisal Oddang menggatakan kepergian Danarto adalah duka baginya dan publik sastra Indonesia.

“ Kepergian Danarto adalah duka bagi publik sastra Indonesia—tentu juga, bagi saya,” kata faisal kepada estetikapers.com melalui pesan WhatsApp, Rabu(11/4).

Kabar yang terdengar dari beberapa media bahwa Jenazah sastrawan senior Danarto akan dimakamkan di kampung halamannya di Sragen, Jawa Tengah, pada hari ini, Rabu (11/4) .

Reporter : TIM ESTETIKA

Leave a Reply

Skip to toolbar