Makassar, Estetika – Tidak bisa dipungkiri di era globalisasi saat ini teknologi sudah sangat berkembang pesat. Semua serba canggih, termasuk perkembangan smartphone. Dengan memanfaatkan keunggulan dan efisiensi smartphone, beberapa sekolah di Sulawesi Selatan telah menerapkan penggunaan smartphone di ujian sekolah mereka, Rabu (21/3).

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)

Salah satu sekolah di Sulawesi Selatan yang menggunakan smartphone sebagai media untuk mengerjakan ujian sekolah adalah Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 11 Makassar yang berlokasi di Jalan Andi Mappaodang No.66 Makassar.

Rabu (21/3), Reporter Estetika mencoba bertandang dan melihat langsung aktivitas para pelajar yang sedang melaksanakan ujian semester menggunakan smartphone di sekolah tersebut.

Suasana ujian siswa SMA Negeri 11 Makassar menggunakan Smartphone. Rabu (21/3). Foto: Nur Fajriani R/estetikapers.

Muhammad Alif Anas, salah satu siswa SMA Negeri 11 Makassar, kelas XII IPA 4, mengungkapkan kesannya terhadap sistem baru yang telah diterapkan di sekolahnya.

“Bagus, lebih simple dan lebih modern,” singkatnya.

Senada dengan Alif Anas, Ari Sakti, yang juga siswa kelas XII, meraskaan hal yang serupa.

“Perlu diterapkan lagi karna sistem seperti ini sudah bagus dan lebih modern istilahnya,“ ungkapnya.

Satelah menanyakan hal serupa kepada kurang lebih 25 orang siswa sekolah tersebut, empat diantaranya kurang menyukai ujian menggunakan smartphone sebagai medianya, salah satunya adalah Selviana. Ia mengunggakapkan, kurang tertarik menggunakan smartphone sebagai media untuk ujian semester.

“Tidak setuju, karena yang digunakan adalah smartphone bukan kertas. Apalagi masih banyak orang yang tidak punya smartphone,” jelasnya.

Selain keterbatasan media, Ia juga mengakui bahwa smartphone tidak nyaman dipakai.

“Kalau saya tidak enak sekali pakai smartphone,“ terang siswa berkacamata ini.

Sejauh ini, pihak SMAN 11 Makassar selalu mencoba untuk berinovasi dalam pengembangan kualitas pendidikan sekolah mereka, contohnya adalah dengan memanfaatkan kecanggihan smartphone. Tahun ini USBN menggunakan smartphone sudah diterapkan di sekolah ini.

Masita, Kepala Sekolah SMAN 11 Makassar, mengungkapkan bahwa pemberlakuan sistem USBN menggunakan smartphone ini dilaksanakan berdasarkan himbauan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, kepada sekolah-sekolah yang ada di Sulawesi Selatan untuk menggunakan teknologi smartphone dan komputer dalam pelaksanaan ujian sekolah.

“Harapan saya besar, bisa mempergunakan teknologi sebaik-baiknya, terutama di dunia pendidikan,” harapnya saat diwawancarai secara langsung oleh reporter Estetika di ruangan kerjanya.

Kepala sekolah SMA Negeri 11 Makassar saat ditemui diruanganya, Rabu (21/3). Foto: Nur Fajriani R/estetikapers.

Selain itu, Fatah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum,  juga berharap agar sistem seperti ini dapat tetap diterapkan SMA Negeri 11 Makassar.

“Saya masih berharap sekali agar supaya ini tetap diterapkan didalam lingkup sekolah SMA Negeri 11 Makassar, sekarang tinggal bagaimana supaya peserta didik itu betul-betul terbiasa menggunakan sistem evaluasi berbasis IT,” ujarnya.

“Tak ada gading yang tak retak?” Betul. Peribahasa ini mengandung arti tidak ada suatu pekerjaan yang tidak ada cacatnya, atau tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini, begitupun dengan usaha SMAN 11 Makassar ketika menerapkan USBN menggunakan smartphone.

Sebelum diterapkan di USBN tahun ini, pihak SMAN 11 Makassar terlebih dahulu telah menguji coba teknologi ini di ujian semester VI para siswanya. Didapati beberapa kendala, terutama di bagian network atau jaringan dan server, sehingga kendala itu dipelajari dan diantisipasi di USBN.

A. Indra Malik, Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekaligus Operator IT SMA Negeri 11 Makassar, mengungkapkan, adanya kendala saat ujian menggunakan smartphone dan kecurangan-kecurangan saat berlangsungnya ujian sudah diantisipasi.

“Kendala pasti ada, tapi sebisa mungkin diantisipasi menggunakan aplikasi khusus. Juga sudah 100 persen siswa kelas XII menggunakan smartphone, kalau untuk USBN-nya sendiri sudah aman dan lancar karena kendala seperti lambat login dan lain-lain sudah kita pelajari waktu ujian semester VI lalu sebelum USBN, ” jelasnya.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Ia sempat menghimbau agar semua sekolah menerapkan sistem ujian dengan menggunakan smartphone.

“Bagus digunakan di sekolah lain karena bisa memudahkan. Selain itu, hampir semua siswa telah memiliki smartphone ketimbang laptop,” tutupnya.

Reporter: Nur Fajriani R.

Estetika Tim