Makassar, Estetika – Pemadaman listrik total di kota Makassar dan sekitarnya pada Kamis (15/11) sore hingga Jumat (16/11) dini hari menyebabkan beberapa keresahan bagi warganya sendiri terkhusus mahasiswa.

Pemadaman listrik yang disertai aliran air yang tak mengalir dan gangguan pada sinyal seluler ini berlangsung selama sekitar sepuluh jam yang menyebabkan akun media sosial twitter PLN Makassar dengan username @PLN_Makassar dipenuhi protes netizen, mulai dari pengerjaan skripsi yang tertunda, hingga curhat mengenai masalah percintaan yang dikaitkan dengan pemadaman listrik semalam.

Source: Twitter

Hingga tulisan ini diterbitkan, hanya akun media sosial milik PLN Mamuju yang memberikan konfirmasi mengenai pemadaman listrik total ini. Dalam unggahannya, PLN Mamuju mengungkapkan adanya gangguan yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik.

“Mohon maaf kami ucapkan, telah terjadi black out pada sistem se-Sulselbar yang menyebabkan padam pada daerah Sulawesi Selatan dan Barat. Penyebab black out masih kami telusuri dan proses penormalan masih kami telusuri,” terangnya.

Listrik Padam 10 jam, Mahasiswa Cari Kafe 24 jam

Source: Int.

Tak dapat dipungkiri, malam hari merupakan waktu bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan luar kampus, baik itu mengerjakan tugas ataupun hanya sekadar bersantai. Namun, akibat padamnya listrik disertai tak mengalirnya air dan gangguan sinyal mengakibatkan beberapa kegiatan tersebut tertunda dan tak terlaksanakan.

Estetika pun melakukan survei cepat kepada beberapa mahasiswa di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengenai hal yang dilakukan saat pemadaman listrik tersebut. Hasilnya, 60% mahasiswa memilih tetap tinggal di kos atau rumahnya, 20% memilih mencari sumber daya listrik di luar, dan sisanya memilih berkumpul bersama kawan dan kerabat.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Nadya Putry Palembangan yang memilih tetap tinggal di kos meskipun harus kepanasan karena padamnya listrik yang menyebabkan kipas anginnya tak berfungsi.

“Habis pulang dari sekret langsung ke kos. Kipas mati dan saya kepanasan, konyolnya saya basahi saja tisu terus tempelin ke muka sama leher untuk kurangi panas,” ungkap mahasiswi angkatan 2017 ini.

Lain halnya yang dialami oleh mahasiswi Program Studi (Prodi) Sastra Inggris semester lima ini, Kanatza Medy Rachman yang memilih mencari kafe 24 jam demi mencari sumber daya listrik untuk mengerjakan tugas kuliahnya.

“Lampu mati dari sore, baru tugas juga sudah deadline. Saya sama teman-teman ya keliling cari kafe yang buka 24 jam, demi tugas,” jelasnya.

Namun tak mudah pula, mahasiswi angkatan 2016 ini menerangkan bahwa sebagian besar kafe dan restoran 24 jam sudah dipenuhi oleh warga Makassar yang juga berniat mencari sumber daya listrik.

“Kami keliling dari Alauddin sampe Pettarani, KFC sama McD sudah penuh semua. Cari colokan (Baca: Stop Kontak) semua toh. Di jalan juga hotel dan penginapan ramai. Kami dapat di KFC Ratulangi, itupun mesti rebutan colokan dan ngantri makanannya sampe se-jam,” jelasnya.

Akibat padamnya listrik juga dirasakan oleh Jusiman, mahasiswa Prodi PBSI tingkat akhir. Akibat padamnya listrik, pengerjaan kelengkapan seminar hasilnya pun harus terhambat.

“Yah, pagi ini saya seminar hasil dan belum menyiapkan power point dan kelengkapan,” terangnya.

Listrik Padam, Air PDAM Juga Tak Mengalir

Source: Int.

Selain keresahan hilangnya sumber daya listrik yang menyebabkan beberapa pekerjaan terhambat, padamnya listrik juga mengakibatkan aliran air PDAM terhenti.

Nurul Ekawati, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Jerman (PBJ) angkatan 2016, mengaku akibat terhentinya aliran air, ia pun harus mandi dengan air seadanya.

“Air tidak mengalir, efek paling berarti mandi dengan air seadanya,” ungkapnya.

Tak seberuntung Nurul, 20% responden dari survei kami justru mengaku terpaksa tidak mandi ke kampus.

Seperti salah seorang mahasiswi Prodi Sastra Indonesia (Sasindo) yang mengaku tak dapat mandi ke kampus karena air yang turut tak mengalir bersamaan dengan padamnya listrik.

“Tidak mandi ke kampus, tugas juga tidak jadi,” akunya.

Reporter: TIM ESTETIKA

Estetika Tim