Fri. Oct 30th, 2020

FESTIVAL PENDIDIKAN, ASAH KARAKTER DAN POTENSI SISWA DENGAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Kodingareng, Estetika Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 38 Makassar yang berada di Pulau Kodingareng menyelenggarakan Festival Pendidikan, Senin sampai Selasa (7-8/5).

Festival diadakan sebagai bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2018 yang lalu.

Kegiatan yang menjalin kerja sama dengan komunitas Ruang Ketemu dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Estetika ini mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Suasana kegiatan Festival Pendidikan di Pulau Kodingareng pada hari kedua, Selasa (8/5). Foto: Dokumentasi Pribadi LPM Estetika.

Naston, selaku penyelenggara Festival Pendidikan SMPN 38 Makassar yang juga merupakan pendidik di sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa pemilihan tema kegiatan tidak terlepas dari tema Hardiknas tahun ini.

“Tema dipilih sesuai tema Hardiknas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendiknas),” ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu sarana yang efektif untuk memajukan kebudayaan lokal dan nusantara sebagai aset bangsa. Anak didik perlu diberi pemahaman sejak dini tentang pentingnya budaya bangsa agar mereka tahu bahwa Indonesia kaya akan nilai-nilai budaya.

“Sebagaimana kita tahu, Indonesia sangat kaya dengan nilai-nilai budaya sehingga mereka bisa bangga sebagai orang Indonesia,” ungkapnya.

“Melalui pentas seni, potensi dan karakter bisa diasah,” tambahnya.

Festival Pendidikan SMPN 38 Makassar, Pulau Kodingareng.

Di hari pertama berlangsungnya Festival Pendidikan di Pulau Kodingareng, Senin (7/5), Ada banyak agenda yang dilaksanakan, seperti Workshop Pembelajaran yang dibawakan oleh Nurhayati Tombor, Naston dan Syamsir selaku guru-guru SMPN 38 Makassar.

Selain itu, juga terdapat Workshop Puisi untuk siswa-siswi yang dibawakan oleh Komunitas Ruang Ketemu dan diikuti oleh 21 orang siswa dari kelas 7 dan kelas 8 SMPN 38 Makassar.

Foto bersama antara siswa, perwakilan Ruang Ketemu, LPM Estetika dan guru SMPN 38 Makassar setelah Workshop berlangsung di halaman sekolah, Senin (7/5). Foto: Dokumentasi Pribadi LPM Estetika.

Nurasiyah, Penggagas komunitas Ruang Ketemu sekaligus pemateri pada Workshop Puisi, mengharapkan, melalui kegiatan ini siswa bisa tahu bahwa banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaknai pendidikan dan selain itu siswa juga sadar bahwa proses sosial sangat dibutuhkan untuk mencapa tujuan.

“Bukan hanya memaknai pendidikannya, tapi siswa juga belajar bekerja kolektif selama kegiatan berlangsung, berinteraksi lebih aktif lagi sesama teman sekolahnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa bukan hasil yang menjadi target utama dari kegiatan ini akan tetapi prosesnya lah yang ingin dilihat.

“Yang penting sebenarnya proses dalam pelaksanaan kegiatannya, dimana siswa diajak ki ikut serta dalam kegiatan,” ungkapnya.

Sekitar pukul 10.00 Wita juga berlangsung Workshop Mading di kelas berbeda yang dibawakan oleh perwakilan LPM Estetika Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) serta Workshop Kepemimpinan yang dibawakan oleh HPMK.

Terdapat juga Pameran Seni yang menampilkan karya-karya siswa, seperti gambar, lukisan, kaligrafi, hasil kerja mading dan lain sebagainya. Pameran ini berlangsung di halaman sekolah SMPN 38 Makassar Pulau Kodingareng.

Salah satu pementasan Seni pada malam puncak Festival Pendidikan SMPN 38 Makassar di Pulau Kodingareng, Selasa (8/5).Foto: Dokumentasi Pribadi LPM Estetika.

Di hari kedua, Selasa (8/5), merupakan hari terakhir dihelatnya Festival Pendidikan ini. Sekitar pukul 08.00 Wita, kegiatan dimulai dengan senam bersama dan jalan santai mengitari Pulau Kodingareng.

Kemudian dilanjutkan dengan lomba-lomba yang merupakan salah satu output yang diharapkan dari kegiatan kali ini, seperti lomba baca puisi, lomba pembuatan mading dan lomba kaligrafi.

Festival yang berlangsung selama dua hari ini ditutup dengan penggelaran malam puncak yang diisi oleh pementasan seni, seperti tari tradisional, dance modern dan pembacaan puisi.

Reporter: Syahrul Gunawan

Leave a Reply

Skip to toolbar