Fri. Sep 25th, 2020

TIDAK MENEMUI HASIL, DIALOG AKADEMIK BERAKHIR TEGANG

Parangtambung, Estetika – Dialog Akademik dan Kemahasiswaan yang digelar oleh pihak birokrasi dan pimpinan Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) berakhir tegang, Kamis (2/11).

Dialog yang berlangsung di Ruang Senat fakultas ini, awalnya berjalan kondusif dengan arahan langsung dari Dekan FBS, Syarifuddin Dollah yang juga bertindak selaku moderator.

Baca juga: Dialog Kemahasiswaan: RKA-KL Tak Bisa Ditransparansikan

Tidak berselang lama, tiba-tiba dialog diwarnai dengan sorakan kekecewaan para hadirin yang berada dalam ruangan tersebut. Hal ini dipicu karena tidak adanya titik terang tentang penyelesaian tuntutan yang diajukan oleh pihak LK.

Syarifuddin Dollah, Dekan FBS UNM menolak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang diajukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM pada Dialog Akademik dan Kemahasiswaan, Kamis (2/11). Foto: Yujin/estetikapers.

Pasalnya, selain menolak untuk menyerahkan transkrip RKA-KL, Dekan FBS, Syarifuddin Dollah juga menolak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang diajukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM.

“Saya rasa sekarang bukan saatnya saya untuk menandatangani itu. Kami juga takut dosa, kami tidak bakalan korupsi, Nak,” ungkapnya.

Pihak LK FBS UNM kecewa karena tidak adanya titik terang tentang penyelesaian tuntutan yang mereka ajukan dalam Dialog Akademik dan Kemahasiswaan, Kamis (2/11). Foto:Yujin/estetikapers.

Pernyataan itu sontak membuat para hadirin kecewa dan langsung meninggalkan ruang senat. Namun tindakan itu ditahan oleh Dekan dan para dosen yang ada di dalam ruangan tersebut karena dianggap tidak mematuhi koridor kesopanan.

“Duduk dulu semua, ini belum selesai. Etika, Nak! Etika!” ujar Ketua Prodi Sastra Indonesia, Juanda, yang saat itu juga turut andil dalam dialog.

Baca juga: Syarifuddin Dollah: Pengadaan Sekretariat LK Bukan Janji Belaka

Di sisi lain, mantan presiden BEM FBS UNM Salman Azis, memberikan interupsi di sesi akhir dialog tersebut. Ia mengajak para pimpinan LK untuk bertindak lebih tegas terhadap kejelasan dari tuntutan ini.

“Begini saja, kita minta ketegasannya. Kalau tidak ada keputusan sekarang, setengah mati ki kalo begini terus. Kalau begini terus, kita ambil langkah tegas saja teman-teman!” Ungkap mantan presiden BEM ini.

Dwi Rezki Hardianto, Sekretaris BEM FBS UNM saat memilih Walk Out dari forum Dialog Akademik dan Kemahasiswaan, Kamis (2/11). Foto: Yujin/estetikapers.

Lebih lanjut, merasa tuntutannya tidak diindahkan, Dwi Rezki Hardianto, yang juga selaku Sekretaris BEM FBS akhirnya memutuskan untuk Walk Out dari forum dialog.

“Minta maaf saya ini pak. Lebih baik saya keluar saja,” ungkapnya sembari berjalan keluar.

Reporter: Inayah Nauliah

Leave a Reply

Skip to toolbar