Rilis, Estetika – Menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) tim Penelitian Kreatifitas Mahasiswa-Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang beranggotakan Septia Wulandari, Intan Permatasari, dan Putri Magfirah Salsabila meneliti tentang Bissu dengan mengikuti kegiatan ritual Mattauriolo Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Selasa lalu (21/5).

Penelitian yang dibimbing oleh Azis selaku dosen Jurusan Bahasa Indonesia ini bertujuan sebagai sumber informasi mengenai keberadaan Bissu dalam kepercayaan masyarakat Bugis yang diangap sebagai orang yang mampu berkomunikasi dengan dewa menggunakan bahasa To Rilangi melalui adat tertentu. Salah satu ritual tersebut adalah ritual Mattauriolo yang diadakan untuk mengingat dan menghargai perjuangan leluhur pada saat memperjuangkan kesucian mereka pada saat peristiwa G30SPKI.

Salah satu ritual Mattauriolo yang dilakukan oleh Bissu, di Kabupaten Pangkep. Foto: Dok. Pribadi TIM PKM-PSH FBS.

Eka, salah seorang Bissu yang melakukan ritual Mattariolo ini, menjelaskan bahwa ritual yang dilakukan terdiri atas Mappasabbi dan Ma’giri.

“Jadi sebelum pelaksanaan ritual Mattauriolo, diadakan ritual Mappesabbi, kemudian prosesi Ma’giri oleh tiga orang Bissu menggunakan pakaian khusus Bissu dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam rirual ini secara langsung diwajibkan untuk menggunakan baju bodo,” jelasnya.

Septia Wulandari, Ketua tim PKM-PSH FBS, berharap agar keberedaan Bissu sebagai pemelihara budaya Bugis klasik tidak pernah punah.

“Semoga keberadaan Bissu sebagai pemelihara dan pelestari budaya bugis klasik tidak punah karena pada masa pra-islam, mereka pernah berperan sebagai penasihat raja dan pendeta agama Bugis kuno,” ungkap mahasiswa angkatan 2016 ini.

Rilis: TIM PKM-PSH FBS UNM

Estetika Tim