Gunung Sari, Estetika– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2018/2019 menggelar Silaturahmi di Ujung Senja di Aula Gedung Bahasa Arab Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM, Gunung Sari, Makassar, Kamis (20/6).

Kegiatan yang merupakan bentuk perpisahan dari pengurus BEM periode 2018/2019 ini dihadiri oleh perwakilan-perwakilan pengurus Lembaga Kemahasiswaan (LK) dari sembilan fakultas yang terdapat di UNM. Dalam kesempatan tersebut, Presiden BEM UNM periode 2018/2019, Dwi Rezki Hardianto, membawakan sebuah pidato bertema “Take a Back The Power of Orange’s Revolution“.

Presiden BEM periode 2018/2019 saat membawakan pidato. Kamis, (20/6) Foto : Aisyah Aulia Tahir/Estetikapers.

Ia menjelaskan bahwa pidatonya tersebut bermakna sebuah penggambaran filosofis yang menunjukkan bahwa revolusi orens yang tidak pernah redup.

“Itu adalah sebuah filosofis yang bagaimana kita tetap memegang cita-cita kita dari tahun ’98 sampai hari ini untuk revolusi orange. Karena sejatinya, revolusi orange tidak akan pernah redup dan selesai,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa banyak fenomena-fenomena yang terjadi dan hal tersebut rentan akan perpecahan sehingga kita sebaiknya saling mengingatkan.

“Kita dapat melihat dari fenomena-fenomena sekarang, terutama Mubes (Baca: Musyawarah Besar), itu rentan akan perpecahan. Kita harus mengingatkan bahwa kekuatan kita ada dalam phrasa revolusi orange,” terangnya.

Mufliha chaerati, perwakilan dari BEM Fakultas Psikologi (FPsi), menuturkan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap BEM UNM atas kerja-kerja ikhlasnya dan tetap berusaha merangkul sembilan mata orange.

“Terima kasih atas kerja-kerja ikhlasnya, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa ada masalah yang bergejolak di internal teman-teman. Tapi dengan semangat dan keikhlasan mengawal hal-hal yang seharusnya dikawal oleh LK. Juga apresiasi yang setinggi-tingginya untuk sudah berusaha merangkul sembilan mata orange,” tuturnya.

Reporter: Aisyah Aulia Tahir (AM 2 ESTETIKA)

Estetika Tim