Himaprodi PBSI FBS UNM datangkan sastrawan nasional dalam kegiatan Seminar Kebahasaan. Turut hadir Faisal Oddang (kiri) sebagai moderator, Saut Situmorang (tengah) dan Aslan Abidin (kanan) sebagai pembicara, Minggu (14/5).Foto: Rahayu Al-Qadriah/estetikapers.

Makassar, Estetika – Seminar Kebahasaan Nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mengusung tema “Membaca Indonesia melalui Kearifan Budaya dan Keagungan Bahasa” menghadirkan sastrawan ternama Saut Situmorang dan Aslan Abidin serta Faisal Oddang sebagai moderator.

Saut Situmorang merupakan sastrawan nasional kelahiran Tebing Tinggi, Medan, Sumatera Utara. Sementara Aslan Abidin adalah seorang penyair kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan.

Saut Situmorang memberi materi dalam kegiatan Seminar Kebahasaan, Minggu (14/5). Foto: Rahayu Al-Qadriah/estetikapers.

Kedua pemateri membahas tentang sejarah dan pentingnya bahasa dan sastra Indonesia. Sastra sangat unik karena dipelajari di seluruh dunia sebagai sains dan seni. Saut Situmorang, mengatakan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia perlahan mengalami perubahan.

“Fenomena penggunaan bahasa Indonesia kerap kali dipadukan dengan bahasa asing seolah-olah ingin mengikuti bahasa Malaysia,” ujarnya.

Lain halnya dengan Saut, Aslan Abidin mengungkapkan bahwa mempelajari bahasa asing itu juga penting.

“Orang Melayu akan tertinggal jika tidak mempelajari bahasa asing,” ucap penulis buku Malam Pengantin ini.

Reporter : Nur Amalia Amir & Nur Rahmah

Estetika Tim