Sat. Oct 31st, 2020

SABTU DAN MINGGU, MABA UNM BOLEH IKUT KEGIATAN KEMAHASISWAAN

Makassar, Estetika- Hanya berselang 24 jam sejak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyebar foto undangan peliputan Aliansi Orange Menggugat, Selasa malam (26/9) dengan agenda menuntut kebijakan rektor mengenai surat edaran nomor:3883/UN36/TU/2017 larangan mengikuti kegiatan lembaga kemahasiswaan untuk mahasiswa semester 1 dan 2, massa telah memenuhi Gedung Phinisi kampus UNM sejak pukul 13.50 Wita, Rabu (27/9). Tercatat tujuh fakultas dan puluhan lembaga kemahasiswaan (LK) se-UNM turut andil dalam aksi tersebut untuk mendapatkan titik terang dari aksi jilid I sebelumnya, Kamis (14/9).

 

Massa Aliansi Orange Bersatu berkumpul menggugat surat edaran pelarangan mahasiswa baru berkegiatan dalam kegiatan kemahasiswaan, Rabu (27/9). Foto: Eugenia/estetikapers.

Presiden BEM UNM: Aksi Ini untuk Memperoleh Kepastian

Mudabbir, Presiden BEM UNM merangkap Jendral Lapangan saat ditemui langsung reporter Estetika di sela-sela aksi menjelaskan bahwa aksi kali ini tidak lagi seperti aksi sebelumnya yang hanya selalu sampai pada tahap dialog.

“Aksi kali ini, kita lebih menekankan untuk meminta kepastian apakah pimpinan universitas menerima tuntunan dari mahasiswa atau tidak.” jelas mahasiswa prodi psikologi ini.

“Pihak rektor sangat otoriter apabila ia tidak mendengarkan aspirasi mahasiswa. Jika (aksi ini) tidak digubris, kami akan menggalang kekuatan yang lebih lagi, “tambahnya.

 

Ada Keranda Bertuliskan “Matinya Demokrasi” dalam Aksi

Massa semakin bertambah, dari arah Jl. A. P. Pettarani terlihat mahasiswa dengan mengendarai motor membawa keranda bertuliskan “Matinya Demokrasi”, massa menyambut antusias, orator silih berganti berorasi membakar semangat massa.

Massa membawa keranda bertulisakan “Matinya Demokrasi” dalam aksi yang digelar Aliansi Orange Bersatu, Rabu (27/9). Foto: Mutmainnah/estetikapers.

Selain keranda, aksi ini juga melibatkan tujuh mahasiswa yang melakukan body painting. Beddu selaku koordinator lapangan FIK mengatakan bahwa karena keranda kemarin tidak efektif maka ditambahkan body painting.

“Ada tujuh orang dari BEM UNM yang mengajukan diri dan atas kesadaran mereka sendiri untuk¬† di body painting, ” ucap laki-laki berambut gondrong ini.

Pukul 15.49 Wita Rektor UNM Menemui Massa Aksi

Sekitar dua jam aksi, Birokrasi UNM datang menemui massa aksi pukul 15.49 Wita, riuh tepuk tangan massa menyambut Rektor UNM, Husain Syam yang mengenakan kemeja ungu dan dasi merah datang beserta para pembantu rektor, dekan fakultas se-UNM, dan direktur pascasarjana. Mula-mula, Andi Alauddin, Menteri Sosial dan Politik (Sospol) BEM menjelaskan terkait fakta yang BEM dapatkan mengenai mahasiswa baru yang di DO dini. Ia menekankan, mahasiswa baru yang di DO dini tidak ada kaitannya dengan lembaga kemahasiswaan.

“Tidak satupun mahasiswa angkatan 2015 yang di DO dini karena lembaga kemahasiswaan. Kami mendapatkan fakta-fakta baru mengenai mahasiswa yang di DO dini, data-datanya faktual dan bisa diambil di BEM. Fakta baru tersebut diantaranya, pertama mahasiswa yang di DO dini ada yang pindah kuliah, kedua ada juga yang meninggal dunia, dan ada pula mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi pemerintahan. Data-datanya semua ada di BEM,” tegasnya.

Satu Catatan: Hanya Sabtu dan Minggu, Mahasiswa Baru Bisa Mengikuti Kegiatan Kemahasiswaan

Usai Andi Alauddin menyampaikan aspirasi LK UNM, Husain Syam berbicara di hadapan seluruh massa aksi.

“Yang saya hormati, anak-anakku sekalian pengurus lembaga kemahasiswaan yang hadir untuk menyampaikan aspirasinya kepada kita. Saya bangga dengan kalian. Saya bangga dengan kalian,” ujarnya membuka.

Husain Syam, Rektor UNM saat berbicara di hadapan massa aksi Aliansi Orange Bersatu, Rabu (27/9). Foto: Eugenia/estetikapers.

Dalam pemaparan awalnya, Husain Syam mengingatkan bahwa Surat Edaran tersebut semata-mata ingin menyelamatkan mahasiswa baru agar tidak menerima beban yang luar biasa. Sehingga terhindar dari DO dini di tiga semester pertama.

“Oleh karena itu, setelah mempelajari, mencerna, menganalisis , dan mempertimbangkan. Lalu saya tadi pagi mengumpulkan semua pimpinan untuk ketemu dan membicarakan ini semua. Simpulannya, ada pada saya,” massa berteriak dengan riuh, “cabut, cabut, cabut,”

Husain Syam melanjutkan, “Jangan Anda harapkan kata-kata dari saya, bahwa edaran yang ada itu kami akan kami tinjau kembali, itu tidak akan terjadi,” ujarnya, massa masih menunggu lanjutan perkataan Husain Syam.

“Surat Edaran itu tetap berlaku dengan catatan, silakan melakukan kegiatan kemahasiswaan pada mahasiswa angkatan 2017 tetapi dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Dan dikoordinasikan dengan pimpinan fakultas,” jelas Rektor UNM disertai tepuk tangan massa.

Reporter: Nur Rachma R dan Naelul Islamiaty Nur

Leave a Reply

Skip to toolbar