kajian film Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo), Kamis (20/4), Dok. Estetikapers

Parangtambung, Estetika – Peserta terlihat antusias mengukuti kajian film Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) dengan menggunakan teori postmodernisme yang di gelar di Gedung DG 103 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (20/4). Kegiatan ini rencananya dilaksanakan setiap hari Kamis

Kegiatan ini mengangkat film Superman (2006), The Avenger (2015), dan Raees (2017) sebagai bahan kajian yang menggambarkan rentan tahap modernisme hingga postmodernisme.

Novan Arisandi, pemateri kajian film mengungkapkan bahwa postmodernisme merupakan modernisme yang belum usai.

“Postmodernisme lebih mengutamakan trend, gaya, dan fashion ketimbang modernisme” ujar Novan Arisandi.

Antusiasme perserta mengikuti kajian postmodernisme, Kamis (20/4), Dok. Estetikapers

Dian Hezedila Sharon, mahasiswa Sastra Indonesia dibuat takjub dengan tema yang diangkat pada kajian itu.

“Saya suka dengan tema kajian kali ini. Jujurnya saya sulit membedakan antara modernisme dan postmodernisme,” ungkap mahasiswa asal Sulawesi Tengah tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Fadel yang juga salah satu peserta menjelaskan, meskipun sudah pernah mengikuti materi yang sama ia tetap mengikuti kajian hingga selesai untuk menambah wawasannya mengenai teori postmodernisme.

“Saya ikut diskusi ini agar lebih banyak lagi ilmu yang saya dapat,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.

Reporter :Elva dan Zul Fitrah Ramahdan

Fotografer : Riski Rahmadani

Estetika Tim