Fri. Sep 25th, 2020

PENTAS PISAH LENTERA, PENTAS MENUJU STIGMA 5 MALANG

Makassar, Estetika Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) LenterA Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan pentas pisah menuju Festival Monolog Mahasiswa Nasional (STIGMA) ke-5 Malang di Gedung Sao Panrita, Parangtambung, Makassar, Senin malam (26/3).

Pementasan monolog yang dilakoni oleh salah satu mahasiswa Sastra Inggris, Dewanty Astarita, ini menampil naskah “Dapur” yang ditulis oleh Luna Vidya dan merupakan adaptasi dari cerita pendek “The Kitchen” karya Lily Yuliati Farid.

Cuplikan adegan monolog “Dapur” oleh Dewanty Astarita, Senin (26/3). Foto: Hasrun/estetikapers.

Sebelum pementasan, President Director LenterA, Sulkifli, mengungkapkan bahwa pentas pisah tersebut merupakan salah satu langkah menuju pementasan STIGMA 5 Malang di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Senin-Minggu (2-8/4) mendatang.

“Jadi pentas pisah ini merupakan langkah menuju pementasan STIGMA 5 Malang. Karena kru tim produksi beserta aktor akan berangkat ke Malang, Jumat nanti,” ungkapnya.

Luna Vidya, Penulis Naskah Dapur, Sang Penggiat Teater Hebat Makassar

Naskah “Dapur” yang akan dipentaskan oleh LenterA BEMJ Bahasa Inggris FBS UNM pada STIGMA 5 Malang, juga dipentaskan pada pentas pisah di Gedung Sao Panrita, Senin (26/3).

Pamflet monolog naskah “Dapur”. Foto: LenterA.

Naskah tersebut bercerita tentang bagaimana manis pahit kehidupan yang dialami oleh sang tokoh utama, semuanya diluapkan di dapur.

Beberapa bulan yang lalu, Kamis (4/1), STIGMA 5 mengumumkan 16 peserta yang lolos kurasi melalui akun youtube-nya. LenterA BEMJ Bahasa Inggris FBS UNM berhasil menjadi salah satu peserta yang dinyatakan lolos dengan naskah “Dapur” karya Luna Vidya.

Saat ditemui reporter Estetika, Arham, selaku sutradara dalam video kurasi lentera, mengungkapkan bahwa dipilihnya naskah “Dapur” untuk ditampilkan karena sang penulis naskah yaitu Luna Vidya merupakan salah seorang penggiat teater yang hebat di Makassar.

“Kenapa kita pilih naskah Luna Vidya karena dia salah salah satu pe-teater hebat di Makassar, kita ingin menunjukan bahwa di Makassar itu ada penulis-penulis hebat maksudnya kenapa kita tidak pilih naskah dari luar sementara kita punya penulis-penulis hebat di Makassar,” ungkapnya.

BACA JUGA: LENTERA BAKAL PENTASKAN NASKAH “DAPUR” DI AJANG STIGMA 5 MALANG

Pentas Pisah LenterA, Saran Perbaikan untuk Pementasan

Pada pentas pisah yang dilakukan oleh LenterA, Senin (26/3), para penonton yang hadir dibagikan selembar kertas sebagai borang penilaian pementasan. Dalam borang tersebut, penonton diharapkan untuk dapat menilai penampilan dengan cara merobek beberapa bagian kertas.

Sutradara pementasan, Arham, menghimbau agar penonton yang hadir dapat memberi penilaian dan saran untuk penampilan yang lebih baik di STIGMA 5 Malang mendatang.

“Seberapa besar usaha kami, masih mempunyai celah, jadi kami mohon untuk memberikan sedikit saran bagi kami,” ujarnya.

Salah seorang Penggiat Seni Kampus (PSK), Hasrat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Risna Ulfah Dwi Yanti, mengatakan bahwa penampilan monolog pada pentas pisah LenterA ini masih mempunyai sedikit kekurangan di artikulasinya.

“Iya sebenarnya masih ada sedikit kekurangan dalam artikulasi di akhir kalimat. Tapi, kalo dilihat keseluruhannya sudah bagus sekali. Ekspresinya dapat, hafal naskahnya oke. Over all, kerenlah,” katanya.

Sebelum keberangkatan para tim produksi pada Jumat (30/3) mendatang, dalam momen ini, Pembina LenterA, Riola Haya Nur, berpesan kepada tim yang akan berangkat agar tetap percaya diri.

“Biasanya, kita merasa bahwa kompetitus itu lebih bagus, tapi tenang saja. Mereka juga menganggap kita seperti itu. Jadi santai saja, percaya diri, yang paling penting itu kita tetap percaya diri. Semangat,” ungkap Dosen Bahasa Inggris ini.

Reporter: Muh. Hasrun & Tirta Ningtyas Alifia

Leave a Reply

Skip to toolbar