Thu. Sep 24th, 2020

MERASA MENYESAL TAK HADIR DI AWAL KEGIATAN, PR II UNM RESMI MENUTUP FTMI XIII BESTRA

Makassar, Estetika Malam penganugrahan Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XIII Bengkel Sastra (Bestra) yang diadakan di Gedung Amanagappa Universitas Negeri Makassar (UNM) Rabu malam (29/11) dimulai sejak pukul 20.30 Wita berlangsung meriah. Malam penganugrahan ini merupakan malam ketujuh FTMI XIII selama dilangsungkannya kegiatan sekaligus menjadi malam FTMI XIII Bestra.

Ketua Panitia FTMI XIII BESTRA, Hidayat Rachman saat memberi sambutan pada malam penutupan FTMI XIII, Rabu Malam (29/11). Foto : Irma Rahmayani/Estetikapers.

Kerja keras Bestra selaku tuan rumah FTMI XIII terbayar sudah di malam penganugrahan ini. Muhammad Hidayat Rachman, ketua panitia FTMI XIII mengapresiasi kerja keras para peserta dan berharap agar tuan rumah selanjutnya dapat memberikan kenyamanan kepada peserta.

“Menang kalah itu adalah hal biasa, yang penting adalah proses teman-teman sehingga kalian bisa sampai di panggung Rupa Tau. Next, bagi tuan rumah selanjutnya semoga tambah lebih baik lagi dan mari kita sukseskan FTMI berikutnya,” kata lelaki yang akrab disapa Darto.

Pembantu Rektor II, Kartajayadi saat memberikan sambutan pada malam penutupan FTMI XIII Bestra, Rabu malam (29/11). Foto : Irma Rahmayani/Estetikapers.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pembantu Rektor Bidang Sarana dan Prasarana (PR II), Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III), juri FTMI XIII, dan peserta FTMI XIII. Karta Jayadi, PR II UNM dalam sambutannya menyampaikan permohonan maafnya karena tidak dapat menyaksikan seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir karena terkendala waktu.

“Apresiasi kepada kita semua yang telah berupaya meningkatkan seni teater di Indonesia. Saya menyesal rasanya tidak hadir dari awal. Ini karena memang banyak kegiatan saya diluar, jadi susah membagi diri,” ujarnya.

Ia pun menghimbau agar tuan rumah FTMI berikutnya lebih mengutamakan peningkatan kegiatan FTMI.

“Saya harap FTMI ke-XIV bisa di pertimbangkan untuk lebih ditingkatkan menjadi regional, supaya ragam budaya itu bisa kelihatan dan tercermin pada pementasan teater,” imbaunya.

Usai memberi sambutan, ia secara resmi menutup seluruh kegiatan FTMI XIII Bestra dengan memukul gong sebagai lambang simbolis ditutupnya acara tersebut.

Reporter : Inayah Nauliah & Era Basriana

Leave a Reply

Skip to toolbar