Tue. Jul 14th, 2020

MENUJU FESTAMASIO, BESTRA TENGAH SIBUK GARAP DIORAMA

Sumber foto : internet

Makassar, Estetika – Kurang dari dua hari lagi, pelaksanaan Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) VIII oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai tuan rumah tahun ini, akan dihelat di Gedung Amanagappa, Gunung Sari, Makassar. Kegiatan ini akan dibuka pada Minggu (1/4) dan akan dilaksanakan selama satu pekan (1-8/4). Festamasio tahun ini mengangkat tema “Fisika Dalam Teater”, Festamasio merupakan ajang bergengsi bagi kelompok teater kampus non seni.

Sore kemarin (30/01), berbagai persiapan telah dilakukan oleh tim artistik dan tim produksi Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM, mulai dari karantina sampai pembuatan properti.

Amir Tang, selaku Sutradara Bestra pada Festamasio kali ini, menuturkan bahwa timnya sudah aktif bergerak dalam persiapan Festamasio serta beberapa aktornya pun sudah dikarantina.

“Kalau masalah persiapan ya seperti biasa proses teater. Segala tim artisitik, tim produksi semua bergerak,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, selain proses karantina, para aktor ketika mendekati hari H diatur pola makannya.

“Aktor juga kalau hari-hari seperti ini, mereka sudah ada yang dikarantina, mereka sudah ada yang dilarang makan gorengan, dilarang makan ini, dilarang makan itu, makanannya diatur, itu kalau minus-minus seperti sekarang,” tambahnya.

Lebih lanjut Amir Tang mengatakan, pada Festamasio VIII ini Bestra akan mengangkat naskah teater yang berjudul “Diorama”.

Diorama ialah sejenis miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan. Diorama pada masa modern digunakan untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya dari landskap keadaan sejarah, kejadian alam, dan keadaan kota untuk kebutuhan pendidikan atau pertunjukan.

Menurutnya, Diorama sesuai dengan tema Festamasio tahun ini, “Fisika Dalam Teater” yakni menghadirkan unsur fisika di pertunjukan teater.

Lewat naskah ini juga, orang-orang akan belajar tentang aliran-aliran teater.

“Pertama, Diorama, merupakan naskah yang membuat orang harus belajar, karena kita membahas masalah teater. Dan ini juga merupakan festival teater, jadi betul-betul membuat orang harus belajar tentang aliran-aliran terater. Karena yang diangkat (tema kegiatan) seperti itu,” tutup mahasiswa angkatan 2011 tersebut.

Reporter : Suhartini Lestari

Fotografer : Zul Fitrah Ramadhan

Sumber Foto : Fotografer dan Internet.

Leave a Reply

Skip to toolbar