Mahasiswa Sasindo 2015 menggelar latihan di Lapangan Tennis FBS UNM, Selasa (9/5). Foto: Muhammad Nur.

Makassar, Estetika – Pentas kelas mahasiswa Sastra Indonesia (Sasindo) angkatan 2015 Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan di helat pada Sabtu (20/5) dengan mengusung tema “Sandya Aksara”.

Rostan Yuniardi selaku Sutradara Sandya Aksara menjelaskan, Sandya Aksara merupakan istilah yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berangkat dari energi doa.

“Kenapa saya bilang doa? Sandya itu berarti persatuan. Sedangkan Aksara memiliki dua arti, “A” artinya “tidak” dan “kshara” berarti “termusnahkan”. Sandya Aksara merupakan persatuan yang tidak termusnahkan, seperti doa,” jelasnya.

Ia pun berharap proses ini akan mempererat hubungan emosional mereka.

“Inti dari proses kami yakni mempererat hubungan emosional kami, lebih khususnya sih diangkatan kami (Sasindo 2015),” harap Sutradara Sandya Aksara ini.

Foto: Muhammad Nur.

Selain itu, persiapan manajemen produksi dan penggarapan penyutradaraan telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Sebelumnya Sasindo 2015 berencana mementaskan naskah terjemahan Sophokles berjudul “Antigone”.

“Namun karena memiliki kendala-kendala, memaksa kami untuk mengganti naskah. Dari naskah terjemahan Antigone, sebulan kemudian harus berganti ke naskah “Nyonya-Nyonya” karya Wisran Hadi,” tutup mahasiswa Sastra Indonesia itu.

Reporter : Suhartini Lestari dan Zul Fitrah Ramadhan

Estetika Tim