Thu. Sep 17th, 2020

MAKNA DIBALIK PENTAS MAHASISWA JAMAN NOW LENTERA BAHASA INGGRIS

Parangtambung, Estetika Pentas Sosialisasi (Pensos) Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) LenterA Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menampilkan seni tari, musik, sastra, dan teater di Lapangan Basket FBS UNM, Selasa (20/2).

Kegiatan yang semula bertemakan “Eksistensi Lembaga Kemahasiswaan” ini diubah menjadi “Mahasiswa Jaman Now” dikarenakan ingin menyentuh secara menyeluruh mengenai¬† mahasiswa, tidak hanya lembaga mahasiswa.

Sulkifli, Presiden LenterA menuturkan alasan mengusung tema ini sebagai bentuk kritikan kepada mahasiswa yang disalurkan melalui penampilan teater dan puisi yang mengandung kritikan dan sindiran.

“Dalam penampilan teater tadi masing-masing ada karakter mahasiswa, ada hedonis, apatis, organisatoris dan yang lain. Begitupun isi dari puisinya yang mendeskripsikan beberapa jenis mahasiswa, ada mi di situ kritikannya, singgungannya, ada semua. Berhubungan dengan musiknya itu lagu LenterA semua,” jelasnya.

Sosok mahasiswa hedonis yang diperankan oleh Masrufan Susanto, Selasa (20/2). Foto: Irma/estetikapers.

Lebih lanjut, ia berharap untuk mahasiswa di Jurusan Bahasa Inggris yang berminat dalam bidang kesenian dapat mendaftar di LenterA.

“Pentas sosialisasi ini juga salah satu bentuk pengenalan LenterA. Harapan saya bagi teman-teman di Bahasa Inggris yang ingin di wadahi dalam bidang kesenian bisa mendaftar di LenterA, dan semoga kita juga bisa mewadahi teman-teman (baca: mahasiswa) dari angkatan 2015, 2016, dan 2017,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.

Pembagian balon dengan berbagai macam quote, pada akhir acara menjadikan suasana kampus ungu nampak ramai dengan riuh mahasiswa yang asik berpose dengan balonnya.

Pembagian balon dengan berbagai macam quote di akhir pentas, Selasa (20/2). Foto: Irma/estetikapers.

Mirna, salah satu mahasiswa  yang ditemui pada saat berpose ria dengan balonnya, mengungkapkan kekagumannya serta merasakan sindirian dengan teater yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

“Pentasnya tadi keren, teaternya seperti menceritakan keadaan realitas mahasiswa di kampus, dan saya merasa ada sindiran. Seharusnya sebagai mahasiswa tidak hanya tunduk pada dosen, kerja tugas, setelah kuliah langsung pulang. Sebagai mahasiswa kita juga harus berlembaga,” ungkapnya.

“Dari pentas teater juga, ada kata-kata yang saya suka sebenarnya bangsa kita tidak butuh orang yang pintar, tapi orang yang jujur,” lanjutnya.

Senada dengan Mirna, Fitri, mahasiswa angkatan 2017 juga menuturkan ada kritikan tersendiri yang ia dapatkan dari penampilan LenterA.

“Dari penampilan tadi ada kritikan tersendiri yang saya ambil. Kalau kuliah jangan cuma mau cepat-cepat selesai. Kalau kuliah ki jangan cuma mengejar IPK, karena buat apa tinggi IPK kalau tidak ada ilmu di dapat, sekarang kan banyak yang tinggi IPKnya tapi kalau ilmunya tidak sesuai,” katanya.

Reporter: Siti Arisa E

Leave a Reply

Skip to toolbar