Parepare, Estetika – Seorang Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus V Pare-pare yang diketahui bernama Taufiq Hidayat, ditemukan taknbernyawa di kamar kosnya di Jl. Jenderal Sudirman, tepat di depan kantor KPP Pratama Parepare, Sabtu (11/9).

Jasad Taufiq pertama kali ditemukan oleh salah seorang rekannya, Hepril Jahyadi Randa, dalam kondisi tergantung di langit-langit kamar pada pukul 01.00 Wita dini hari.

Hingga berita ini diterbitkan, motif gantung diri lelaki yang dikenal aktif berorganisasi ini belum diketahui, pasalnya saksi masih dalam proses pemeriksaan.

Berita Meninggalnya Taufiq Tersebar, FBS Berduka

Berita mengenai meninggalnya Taufiq Hidayat yang merupakan mahasiswa tingkat dua di kampus V Parepare ini dengan cepat tersebar di civitas akademika UNM, terkhusus di FBS. Terlihat beberapa mahasiswa FBS menyampaikan ucapan belasungkawanya di status _Whatsapp_.

Memasang foto Taufiq berefek hitam putih, beberapa dari status tersebut mengungkapkan ketidakpercayaan akan meninggalnya Taufiq.

Taufiq Hidayat. Foto: Dok pribadi kampus V pare-pare.

 

 

“_Rest peace in heaven, Bro._ Dia orang baik. Baik sekali malah,” tulis beberapa status tersebut.

Berita kematian mahasiswa yang akrab disapa Opik ini pun juga sampai ke telinga Dekan FBS UNM, Syukur Saud. Ia pun turut menyampaikan belasungkawanya atas kejadian yang menimpa salah seorang mahasiswa FBS tersebut.

“Innalillahi wainna ilaihi rajiun, turut berbelasungkawa atas meninggalnya mahasiswa kami. Semoga semua amal dab ibadanya selama ini diterima di sisi-Nya,” katanya saat diwawancarai melalui via watshaap.

Syukur juga mengatakan bahwa setelah mendengar kabar terkait Taufiq tersebut, ia langsung mengonfirmasi ke pihak keluarga.

“Iya, saya sudah konfirmasi sama pihak keluarganya di Pinrang setelah mendengarkan kabar tersebut,” tambahnya.

Jelang Meninggal, Taufiq Tak Masuk Kuliah dan Sempat Pasang Status Whatsapp

Perihal kematian Taufiq Hidayat menjadi tanda tanya besar di sekeliling orang yang mengenalnya. Pasalnya ia tak sedikitpun memberikan tanda bahwa ia akan mengakhiri hidupnya sendiri pada malam itu.

Seperti yang diungkapkan oleh Mulyiana, rekan sekelas Taufiq di kampus, mengatakan sehari sebelum meninggal Taufiq sempat tidak ikut final kuliah karena mengalami kecelakaan.

“Saya sama sekali tidak sangka dengan kepergian yang secepat ini, karna setahu saya sehari sebelum itu dia sempat kecelakaan yang menyebabkan dia tidak bisa ikut final,” jelasnya.

Namun, di sisi lain ternyata ada yang belakangan ini dianggap tak biasa. Menjelang kepergian Taufiq untuk selama-lamanya, ternyata ia sempat mengunggah beberapa status di aplikasi pesan Whatsappnya.

Hal tersebut disampaikan kerabat Taufiq yang juga merupakan teman sekelasnya yakni Diftah. Ia mengaku merasa ada yang berbeda pada malam sebelum korban meninggal.

“Ya, pada malam sebelum almarhum meninggal, itu sekitatr pukul 12 malam dia memasang dua status di WA. Status pertamanya ‘Alhamdulillah umur saya masih dipanjangkan’, ‘Menanti panggilan abadi’ statusnya yang kedua,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengaku ada yang aneh mengenai status tersebut, namun baru ia sadari betul setelah kabar meninggalnya Taufiq tersebar.

“Jadi disitu saya merasa kayak punya keganjalan, saya tidak komentar statusnya tapi saya rasa aneh tiba-tiba dia membuat status seperti itu,” jelasnya.

Pemakaman Taufiq Hidayat. Foto: Dok Pribadi Kampus V Pare-Pare.

Saat ini, jenazah Taufiq Hidayat pun telah dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Pinrang. Polisi pun telah melakukan olah TKP di kamar kos korban, namun hasilnya belum dapat diketahui dalam waktu dekat ini.

Reporter: AM 4 ESTETIKA

Estetika Tim