Wed. Sep 23rd, 2020

MAHASISWA FBS UNM NOBAR DENGAN KRU DAN PEMAIN FILM MELAWAN TAKDIR

Makassar, Estetika – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia Fakutas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) beserta anggota Bengkel Sastra (Bestra) melaksanakan Nonton Bareng (Nobar) bersama kru dan pemain film Melawan Takdir di Mall Ratu Indah (Mari), Makassar, Rabu (25/4).

Nobar yang semestinya berlangsung pada pukul 16.45 Wita, terpaksa harus diundur sampai pukul 18.45 Wita. Keterlambatan ini dikarenakan jumlah tiket yang kosong pada pukul 16.45 Wita tidak memenuhi kapasitas penonton dari FBS, namun hal itu tidak mengurangi antusias Mahasiswa FBS.

Fitriansal Sinauleng, Pelaksana Kegiatan Nobar Melawan Takdir saat diwawancarai di Mall Ratu Indah Makassar, Rabu (25/4). Foto: Ridha Ilahi/estetikapers.

Fitriansal Sinauleng, selaku Pelaksana Kegiatan Nobar, mengungkapkan tujuan dari Nobar ini sendiri, selain sebagai media pembelajaran juga sebagai bentuk apresiasi terhadap tim produksi film Melawan Takdir.

“Bagaimana kita melihat film dari segi sastranya, kebetulan ada film Melawan Takdir yang tayang saat ini. Maka dari itu saya berpikir mengapa tidak digunakan sebagai media pembelajaran praktek dari mata kuliah pengantar film dan mata kuliah keterampilan berdrama, tentunya dengan kesepakatan bersama. Apalagi sebagian dari tim produksinya (Baca: film Melawan Takdir) merupakan alumni dari FBS,” ungkapnya.

Sukriana, salah satu penonton, menyampaikan tanggapannya terhadap film Melawan Takdir ini. Menurutnya, film ini bisa dijadikan sebagai motivasi dan ia juga merekomendasikan film ini untuk semua kalangan.

“Film ini sangat menginspirasi terutama bagi orang-orang yang berada di kampung untuk tidak takut dalam melangkah, dan saya sangat merekomendasikan film ini untuk masyarakat khususnya mahasiswa agar tidak pantang menyerah dalam meraih mimpinya,” jelas Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia ini.

Wildan Noumeiru, CO Sutradara saat diwawancarai di Mall Ratu Indah Makassar, Rabu (25/4).
foto: Ridha Ilahi/estetikapers.

Selain itu, Wildan Noumeiru, selaku CO Sutradara Melawan Takdir, mengungkapan kendala yang ia alami selama proses pembuatan film yang penggarapannya sudah dimulai sejak tahun lalu tepatnya bulan April, diantaranya kendala saat membujuk anak-anak selaku pemain saat proses syuting.

“Kendala yang sempat dialami dalam proses pembuatan film Melawan Takdir ini diantaranya bagaimana caranya membujuk anak-anak dalam proses syuting yang dimana anak-anak sering mengeluh saat proses syuting, bagaimana mengatur setting waktu serta hawa dingin yang dihadapi oleh pemain saat syuting di luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar film Melawan Takdir mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

“Harapan saya agar film Melawan Takdir ini bisa diapresiasi oleh kalangan masyarakat dan agar penonton dari film ini semakin meningkat sehingga pesan yang ingin disampaikan semakin meluas,” tutupnya.

Reporter: TIM AM ESTETIKA

Leave a Reply

Skip to toolbar