Mon. Sep 21st, 2020

MAHASISWA FBS UNM BERHASIL MERAIH JUARA DI FESTIVAL ATTOENG/MATTOJANG

Makassar, Estetika – Tiga mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil meraih juara dalam kategori mahasiswa di Festival Attoeng/Mattojang, yang dihelat di Gedung Kesenian Sulsel Societeit de Harmonie, Makassar, pada Jumat-Minggu (22-24/12).

Festival Attoeng/Mattojang merupakan ajang untuk memperingati hari Ibu (22/12) di kota Makassar yang dilaksanakan oleh Rumah Kelong Makassar bekerja sama dengan Darma Wanita Dinas Pendidikan Kota Makassar dan PKK Pemkot Makassar. Toeng atau Tojang yang berarti ayun merupakan cara seorang ibu untuk menidurkan bayi dengan penuh rasa kasih sayang yang didalam syair lagunya ada doa, harapan, nasihat dan penyemangat. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan termasuk ketegori mahasiswa.

Ketiga pemenang Festival Attoeng/Mattojang tingkat mahasiswa, Senin (25/12). Foto: Dokumentasi pribadi/bestra.

Untuk kategori mahasiswa di Festival Attoeng/Mattojang, juara satu sampai tiga berhasil disapu bersih oleh mahasiswa FBS UNM. Juara satu, diraih oleh Aafiyah Khayyira, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Bugis angkatan 2015, juara kedua berhasil diraih oleh Khairul Amri, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Makassar angkatan 2012 dan juara tiga diraih oleh Islamiyah Sahab, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2015.

Salah satu pemenang dalam festival Attoeng/Mattojang, Islamiyah Sahab, mengungkapkan kegembiraannya setelah berpartisipasi dan berhasil membawa pulang juara dalam festival ini.

“Senang, karena bukan cuma mendapatkan juara tapi pengalaman dan lebih mengenal budaya, setelah mengikuti festival ini tiga hari berturut-turut saya hampir hafal lagu Bugis, judulnya capucampaki,” ungkapnya saat diwawancarai melalui telefon.

Para pemenang saat foto bersama bapak Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Ibu Ketua Dharma Wanita Kota Makassar, Senin (25/12). Foto: Dokumentasi pribadi/bestra.

Lebih lanjut, ia juga berharap, mahasiswa dan kalangan muda turut berpartisipasi dalam festival budaya seperti Festival Attoeng/Mattojang.

“Harus lebih banyak yang berpartisipasi jika diadakan festival seperti ini lagi terutama mahasiswa dan kalangan muda, karena festival ini menceritakan tentang bagaimana para orang tua mengungkapkan perasaan dan harapannya untuk anaknya kelak, ” tutup mahasiswa yang sering disapa Mia ini.

Reporter: Tim Estetika

Leave a Reply

Skip to toolbar