Parangtambung, Estetika – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Se-Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mensosiolisasikan Aksi Tolak Kekerasan Akademik di kelas – kelas FBS dan membagikan selembaran Manifesto LK “Stop Kekerasan Akademik” di Kampus FBS UNM Parangtambung, Senin (3/12).

Alif Muller, Mahasiswa Prodi PBSI saat wawancara, dimintai tanggapannya mengenai “Sosialisasi Aksi Tolak Kekerasan Akademik” di ruang DG FBS UNM. Senin (3/12). Foto: Rini Amriani/Estetikapers.

Sosialisasi yang dilakukan Lembaga Kemahasiswaan FBS ini merupakan aksi untuk menjelaskan mengenai persoalan kekerasan akademik yang terjadi di Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), posting inforsing skorsing FE, mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kekerasan akademik sekecil apapun harus ditolak, membagi selebaran Manifesto LK, dan menyebar link petisi bentuk dukungan mencabut skorsing 6 mahasiswa FE UNM. link bisa diakses: http://chng.it/jxmk9BM8

Muhammad Youri Anugerah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM, dalam sosialisasinya menjelaskan kepada mahasiswa bahwa sosialisasi ini untuk mengedukasi mahasiswa UNM, khususnya FBS bahwa kekerasan dalam bentuk apapun harus dilawan.

“Kalau ada kekerasan yang didapati dalam bentuk apapun, kita harus berani melawan, karena saya tegaskan bahwa LK FBS mengecam kekerasan akademik,” jelasnya.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Business English (BE) ini juga berharap dari sosialisasi ini, agar mahasiswa paham mengenai Manifesto LK “Aksi Tolak Kekerasan Akademik” yang melanggar Undang-Undang.

“Harapan saya sendiri kepada teman-teman FBS, agar paham bahwasanya kekerasan akademik itu melanggar Undang-undang dan tentu saja kita tidak boleh bungkam,” harapnya.

Disisi lain, Alif Muller, salah satu mahasiswa FBS UNM, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) memberikan tanggapan terhadap aksi sosialisasi yang dilakukan LK FBS tersebut.

“Saya sangat setuju dengan gerakan yang dilakukan LK FBS ini untuk melawan kekerasan akademik, dengan begitu kita sebagai mahasiswa juga berani dan tidak akan takut melawan jika memang kami benar,” ungkap mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Reporter: Rini Amriani

Tim Estetika