Parangtambung, Estetika – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universtias Negeri Makassar (FBS) menggalakkan gerakan awal “FBS Menggugat” dengan menempel selebaran yang berisi lima poin tuntutan. Lima tuntutan itu, diantaranya: (1) Menuntut pembenahan fasilitas penunjang akademik, (2) Menagih janji birokrasi mengenai pengadaan sekretariat LK, (3) Menolak surat edaran rektor mengenai larangan berkegiatan bagi mahasiswa baru, (4) Menuntut transparansi dana LK, dan (5) menuntut transparansi RKA-KL FBS UNM.

Gerakan ini masih berkaitan dengan penyebaran isu pernyataan sikap yang saat ini sudah tersebar. Melalui gerakan ini, Fatmiati Nur, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM mempersilakan siapa saja yang ingin bergabung dengan gerakan “FBS Menggugat” agar tuntutan yang dibuat bisa tercapai minimal satu atau dua poin.

“Kalau memang ingin ikut berpartisipasi dengan gerakan ini, ya silakan bergabung. Kita akan menuntut aspirasi seluruh masyarakat termasuk aspirasi dan keluh kesah teman-teman yang ada di FBS. Sebab gerakan ini kita harapkan mencapai target. Paling tidak ada satu atau dua poin yang tercapai (dari lima poin yang akan dituntut),” ajaknya saat diwawancarai Jumat (8/9).

Selebaran tuntutan LK FBS UNM, Jumat (8/9). Foto: estetikapers.

Fatmiati Nur menekankan, dengan adanya selebaran yang terpajang akan memberi informasi kepada masyarakat FBS terkait persamasalahan kampus saat ini.

“Semoga teman-teman yang membaca selebaran yang tertempel akan mengetahui landasan yang tertuang dalam pernyataan sikap kita di BEM. Ada poin yang cukup jelas yang tertera dituntutan kita. Semoga teman-teman satu fakultas bisa baca, bisa mengerti dan bisa memahami tuntutannya kita. Sehingga pada saat riak apapun yang akan kita buat, riak dalam artian bukan aksi atau apa ya. Semua bisa ikut berpastisipasi tidak satu dua orang saja yang ikut dalam satu prodi,” harapnya.

Selain itu, ia menghimbau bagi mahasiswa baru yang takut ikut kelembagaan ia tidak memaksa harus ikut, paling tidak mereka paham dan sadar atas kekeliruan yang terjadi.

“Ketakutan ya wajarlah. Mereka baru sebulan kuliah, wajar mereka takut. Kita juga tidak bisa memaksa secara mendesak bahwa mereka harus ikut lembaga. Mereka paham kita juga sudah bersyukur mi, mereka paham pun kalau mereka ikut berarti memang dia paham dan sadar tentang kekeliruan yang terjadi,” umbarnya.

Selebaran tuntutan LK FBS UNM, Jumat (8/9). Foto: estetikapers.

Ia juga menjelaskan mengenai surat edaran yang menghimbau mahasiswa baru untuk tidak terlibat dalam kegiatan kelembagaan.

“Mengenai surat edaran yang beredar ya mudah-mudahan belum terjadi di FBS, karena sampai saat ini belum ada surat edaran itu yang masuk. Semoga tidak terjadi dan ketika memang teman-teman Maba khususnya, ingin berpartisipasi di aksinya kami, ya silakan. Akdi yang kita lakukan semua berlandaskan dengan aturan karena memang tertera mi juga, kalau memang ada beberapa kekeliruan dan itu jelas, yah kita berjuang bersama-sama lah saja, pun kalau mereka takut ya itu dari personnya toh,” tutupnya.

Repoter : Suhartini Lestari dan Novira Aparianti Suci

Estetika Tim