Wed. Sep 23rd, 2020

LENTERA MENUJU STIGMA 5 MALANG

Makassar, Estetika – Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) LenterA Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Festival Monolog Mahasiswa Nasional (STIGMA) 5 Malang yang nantinya akan dihelat di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, pada tanggal 2-8 April mendatang.

Setelah melalui berbagai macam tahapan penyeleksian, seperti pengumpulan video kurasi pada bulan November 2017 yang bertepatan dengan Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI), selanjutnya tahap pengumuman untuk kurasi pada bulan Januari yang lalu. Akhirnya, LenterA FBS UNM dinyatakan lolos untuk mengikuti STIGMA 5 Malang.

Sejauh ini, untuk menghadapi STIGMA 5 Malang, Lembaga Kesenian LenterA tengah disibukkan dengan berbagai persiapan demi hasil yang terbaik. Mulai dari berbagai macam latihan sampai mempersiapkan segala sesuatu yang akan menyukseskan penampilan LenterA nantinya, begitu juga kesiapan dari Kru lenterA dan Aktor utama yang bisa dikatakan hampir rampung.

Baca Juga: LENTERA BAKAL PENTASKAN NASKAH “DAPUR” DI AJANG STIGMA 5 MALANG

Dewanty Astarita, selaku Aktor utama, mengungkapkan kendala yang ia hadapi selama proses latihan yang dijalaninya. Ia mengaku sedikit kesusahan dalam mendalami karakter yang diperankannya, karena di dalam monolog hanya ada satu aktor utama yang melakonkan berbagai macam peran.

“Sejauh ini, persiapan saya sudah 80 persen, kesulitanku sendiri itu, susah mendalami peran,” ungkapnya.

Selain itu, Zulkifli, selaku Presiden Director LenterA, mengatakan bahwa persiapan dari lenterA sendiri untuk ajang STIGMA 5 ini sudah mencapai 80 persen. Kendalanya hanya di bagian akomodasi untuk perjalanan pulang dan pergi mereka nantinya.

“Kedepannya ini sisa kita mau urus akomodasinya untuk kesana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan bahwa pihak LenterA juga mendapatkan suntikan dana dari Fakultas di ajang STIGMA 5 Malang ini.

“Untuk pendanaan sendiri dari pihak Fakultas itu sudah ada, begitupun dari Prodi Sastra Inggris sendiri sudah menjanjikan, tapi tidak tahu ini tim produksi bagaimana lagi perkembangannya,” jelasnya.

Ditemui di tempat lain, Arham, selaku pengganti Siti Arfiah sang sutradara yang tengah sakit. Ia mengungkapkan bahwa mereka merubah total konsep mereka sebelumnya setelah di evaluasi dari video kurasi yang telah dikirimkan kepada juri di STIGMA 5 Malang beberapa waktu lalu.

“Setelah dievaluasi dari juri, ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Jadi, ada beberapa adegan dan musik yang dirubah total,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa segala kelengkapan seperti properti untuk pementasan akan ditingkatkan begitu pula dengan performa mereka.

“Juga ada perubahan properti, karena dulu kita pakai properti seadanya pas take gambar, sekarang mau mi dibikin properti yang lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia juga mengharapkan hasil yang terbaik di ajang STIGMA yang ke -5 yang akan diadakan di Malang.

“Saya harap, dibulan April ini agar menjadi hadiah terbaik untuk ulang tahun LenterA dan ini juga akan menjadi tugas yang berat bagi tim STIGMA ke malang nanti,” harapnya.

Reporter: Inayah Nauliah

Leave a Reply

Skip to toolbar